Cerita tentang Ibu


Cerita tentang Ibu

Ibu tumbuh sebagai piatu karena nenek pergi setelah usia ibu 7 hari. Ibu di didik dan dibesarkan oleh neneknya, panggilannya ‘nyak’.. karena ibu pandai bercerita jadi aku mengingat kisah ibu dengan seksama. Wach seru deh kalo jadi film……

Parasnya elok sedap dipandang kulit putih gading bibr merah delima rambut ikal keriting bentuk wajah bulat telur mata kecil dahi lebar menonjol. Perawakan kecil lincah gesit jalan cepat. Pendengaran tajam, mudah mengingat dan analisa. Merdu bersenandung hobby membaca sambil dengar radio. Jago bercerita!!

Sekilas tentang nenek, biasanya ibu melakoni dengan sebutan nyai. Nyai adalah keluarga guru. Hingga saat ini pun aku jadi guru. Katanya potenci guru itu keturunan karena tidak hanya sekedar faham tentang penerapan ilmu juga hebat menyampaikan dan meyakinkan orang lain.

Wajah nyai sangat mirip dengan ibu, aku bisa melihatnya hanya dari gambar hitam putih photo klasik jaman dulu, hanya nyai lebih putih mirip mirip cina. Nah nyai memiliki saudara tua, mereka lima bersaudara. Mpo nyai ini jago masak dijamin apapun olahannya pasti mantabb rasanya!! Mpo nyai lebih memilih bau berasap ria didapur dengan kompor kayu –hawu—ketimbang mengaji. Sedang nyai memilih tekun mengaji dan ceramah menyampaikan ayat.

Di usia belia nyai sudah jadi guru muda yang punya murid lebih tua darinya. Bicara urusan masak memasak nyai ekstrimnya bau bawang merah aja takut apalagi harus berlama-lama di dapur hihihi lucunya ini pun berlaku sama dengan keturunannya . aku harus terapi berani pegang bawang merah tapi gak mesti dibawa ke psikiater koq, latihan bisa tahan dengan tajamnya bau bawang, ampun dah… Jadi kalo nyai mau menu enak cukup pesan aja ke mpo nyai –mpo panggilan betawi untuk saudara perempuan yang lebih tua—nyai pergi meninggalkan dua anak yang masih kecil jadi usia nyai sekitar 25 tahun—

sejak nyai gak ada, mpo nyai masih sering bawa hasil olahannya ke keluargaku. Katanya obat kangen ke adiknya bisa melihat wajah ibu yang sangat mirip dengan nyai, jadi aku ikut icip icip menu khas betawi: sop dan soto betawi, tangkar, semur, sayur lodeh, urab, gado-gado, karedok, pesor – lontong olahan beras aron yang dibumbu seperti membuat nasi ulam dibungkus kulit pisang dua sisinya diikat tali rapia supaya membentuk pengikat kuat karena dua bungkus jadi satu. Nah lontong tanpa isi ini disajikan dengan sayur santan pepaya pake kerupuk merak, sedaapp!!– sayur pucung gabus hingga aneka kue dodol ketan, kinca duren, wajik, sagon, tape ketan, asinan sayur dan buah, bubur sumsum, lopis, godel dupak.. hehe aneh ya namanya. Ketika aku kecil toko makanan memang tidak seperti kafe saat ini yang hampir ada disetiap pojok jakarta.

Sepertinya itu saja cerita nyai yang aku tahu, pusara nyai bisa kami kunjungi dimakam keluarga besar kami di belakang rumah yang saat ini kami tempati bersama orang-orang terkasih kami yang sudah pergi, semua berdekatan dari pusara nyai, kokong, kumpi –orang tua nenek dan kakek—tapi beda dengan pusara ayah, ada makam khusus ayah dan keluarga besarnya, pusara ayah berdekatan dengan pusara emak dan abah semua kembali akrab dengan keluarga besar masing-masing. Kita lanjut ke topik utama hehe

Usia ibu, di 6 January 2010 genap 50 tahun, usia emas yang merupakan anugerah Tuhan yang Maha memberi kesehatan, kemanfaatan, dan memberi mengalirnya kebaikan. Aku bersyukur dan menerima segala bentuk mimpi, semangat, dan besar citanya untuk mendukung kami anaknya. Pikiranku melayang ketika aku melanjutkan sekolah di MAKN Darussalam Ciamis dan adiku di MTs. Darussalam Ciamis, -aku dan adik masuk dan keluar bersama karena senjang usia kita persis 3 tahun- jarak tempuh yang jauh, hehe padahal masih satu pulau satu negara ya. Kami sekeluarga berangkat siang dan tiba di kota Ciamis tengah malam lalu kami bermalam di Hotel Budi Family, -losmen yang nyaman, bersih, menu nasi goreng spesialnya mantab- baru esok paginya kita berangkat ke kampus. Pasti kenangan bermain di hotel itu masih kuingatan baik setiap aku melewati hotel itu menuju acara kampus.

Hingga jadi aktivis di UNJ sebagai kadiv, dll. Waktu MPA –Masa Pengenalan Akademik- hari terakhir ayah menyempatkan hadir! Luarrr biasa.. gak tau panik dengan issu penggonjokan mahasiswa atau karena ingin mengiringi kisah terbaik fase hidup terkecil yang penting dalam hidupku melewati masa awal di jenjang Universitas. Setiap doa kupanjatkan syukur alhamdulillah memiliki dukungan terbaik orang tua seperti mereka yang telah jadikan aku seorang wanita, seorang putri dan juga sahabat.. Duhai Rabbana pintaku padaMu sesungguh memohon dengan segala kerendahan hati hamba agar segala kebaikan orangtuaku mendapat balasan kebaikan melimpah atas lelah tulus mereka mendidik aku, kabulkan harapan dan doa terbaik ibu, dengan surga dunia, jauhkan ibu dari rasa gundah gulana, setiakan ibu dengan senyum ceria dan semangat harapannya, panjangkan umurnya dengan afiat, dukungan ibu adalah kekuatan bagi kami. Rabbana, aku titip ayah padaMu, berikan ketenangan kami setiap mengingat kebaikan ayah pada kami, agar kami berlapang dada dan jadi generasi yang kuat, mampu meneruskan kebaikan yang diwariskan olehnya

Hidup begitu singkat kadang kita merasa tidak saling membutuhkan, tidak saling mencintai, sampai maut akhirnya memisahkan kita. Akan lebih berarti wujud cinta yang kita perlihatkan pada orang-orang yang tercinta ketika mereka masih hidup ketimbang air mata yang tumpah dipusara yang tidak lagi bermakna.

Fikirkan seseorang yang anda cinta dan sudah sekain lama tak anda jumpai. Bayangkan ia kini ada dihadapan. Perhatikan raut wajah dan gerakan tubuh anda, itulah terapi yang aku lakukan setiap aku kangen dengan segala bentuk kebaikan kenangan yang melekat pada orang tua, mereka yang pernah hadir di kehidupan kita namun telah berubah karena waktu..  udah dulu ya

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s