Nurul Wirda

0812-8267-9182


Tinggalkan komentar

Cerpen

Nara adalah nama akronim dari tokoh utama cerita ini. Sehari-hari dia berinteraksi dengan mahasiswa yang sangat Nara cintai. Baginya bertemu mahasiswa di kelas dan interaksi mereka memiliki misi untuk “Mengantarkan kesadaran kritis peserta belajar pada titik paling merdeka, sehingga mereka cepat ataupun perlahan lepasa dari batasannya sendiri.Lalu mereka melesat dan membuat saya berkebalikan mengambil inspirasi dan belajar dari apa yang mereka lalui”.

Perempuan pendiam dengan mata sipit berkacamata minus dan silinder, memakai hijab sebagai bentuk kesadaran taqwa kepada Rabb Jalla Jalaluh, agak kaku, pengecut, sedikit naif, sulit untuk berbagi fikiran apa yang dia inginkan kepada orang terdekatnya, apa yang dia rasakan, dan apa yang dia harapkan. Waktunya penuh manfaat dilalui untuk menjadi aktivis perempuan berkemajuan, konseptor ulung merintis program kerja, merancang proposal, tangannya lincah berkordinasi dengan otak untuk menuangkan ide dalam tulisan, emosionalnya naik turun jika melihat perkara durjana dan ketidak adilan, hati penuh kelembutan dan kehangatan setiap melihat perempuan dengan sosok ibu.

Kesendiriannya tidak membuat luput bahwa setengah dien diperoleh dengan menikah, hingga setiap tetes airmata dalam sujudnya dia meminta yang sama agar dimudahkan bertemu dengan pendamping hidup, dititipi suami, jodoh sehidup sesurga, saling asah saling asuh, bukan pangeran dari surga tapi sosok manusia biasa bersama sungguh-sungguh untuk menggapai RidhoNya.

Ini sepenggal kisah tentangnya, ketika asa terpaut mimpi dalam lelah tidurnya. Insomnia melanda parah sejak Nara menambah rate halaman buku yang dia baca, kadang ayam berkokok malah jadi alarm tidurnya setelah tahajud dan sholat subuh. Tiba pada suatu malam dia mimpi berturut-turut yang rasanya hanya dengan menulis, bayangan itu perlahan tersimpan tertata dalam kata. Nara percaya menulis merupakan therapi yang ampuh!

Mimpi pertama : 17 Maret 2018

Nara : Astaghfirullah, kenapa ada makhluk langit yang datang ke rumah tanpa diundang?. Saya tidak punya hutang dan hubungan dengan Anda semasa hidup. Jika Anda merindukan keluarga yang ditinggal datang dan temui mereka di kediamannya, tentu salah alamat (Nada sinis dan terkejut bercampur bahkan Nara tersentak mau lompat melihat ada bayangan jelas Nisya, karena Nara yaqin bayangan itu bukan hantu atau halusinasi)

Nisya : Izinkan saya mampir sebentar menyapa Anda walaupun sekejap antara alam langit dan bumi sebelum akhirnya saya menjadi makhluk langit dan menunggu hari akhir. Saat ini ruh saya sudah diangkat ke langit dunia dan jasad saya sudah di kubur. Seluruh keluarga saya sudah mengikhlaskan kepulangan saya namun ada satu pesan yang sangat ingin saya sampaikan kepadanya (Nisya mendekati Nara yang ketakutan dan menjaga tatapan mata Nara agar sejuk terasa)

Nara : Kenapa Anda datang ke saya, bukan kepada orang dekat yang bisa menjamin agar pesan itu sampai?

Nisya : Diantara keluarga, kerabat, dan koleksi pertemanan saya, tidak ada yang bisa terhubung dengan alam arwah dan alam dunia.  Saya akan terus datang lagi sampai kata Iya itu terucap.

Behind the Scene of the Dream

Nara mengenal sosok yang datang ke mimpi itu memang Nisya,meninggal di negeri Paman Sam pada bulan Maret 2018. Wanita hebat muda mendunia dan sangat jujur, cerdas cendikia yang pantas disebut profesor karena integritas yang tinggi mengabdikan diri kepada Universitas kehidupan. Panggil dengan Nyonya Prof.

Jasad Nara tidak pernah bertemu dengan Nyonya Prof, lingkar pertemanan di medsos Facebook yang memungkinkan temannya Nisya juga teman Nyonya Prof. mengelola blok pribadi dengan ide orisinil, cerita sehari hari perempuan pada umumnya yang pasti gak nyontek, Asli!

Menggunakan metafora, Nara dengan Nyonya Prof. itu ibarat kerak bumi dengan ujung langit, Nyonya Prof. populer dikalangan temannya bergaul dengan baik terutama bahasa tulisan yang ramah mampu menggantikan bahasa tutur, sangat baik berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya jauh apalagi yang dekat. Berfikiran terbaru, cepat respon, dan sangat respek, karakter ratu pendamping raja pada buku dongeng.

Mimpi kedua : 24 Maret 2018

Nara : Ya Salaam, Nisya dirimu masih belum tahu bagaimana caranya pulang? (sepertinya Nara belum siap berdialog dengan Nyonya Prof. Aura berkharisma yang masih jelas terlihat namun urat kehidupan yang melanda Nara mengalahkan aura itu)

Nisya: Aku tahu, tapi Aku datang sebagaimana janjiku sebelumnya, izinkan saya kembali meminta menyapa Anda walaupun sekejap

Nara : Baiklah, silahkan duduk dan katakan mau apa?

Nisya : Aku punya tiga permintaan

Nara : Jika demikian, kembali saja itu terlalu banyak. Aku gak sanggup, urusan duniawi masih berat. Sedang urusanmu sudah selesai.  Aku akan memberi setulus doa  akan kepulangan mu. (Fikir Nara, mendoakan Nyonya Prof. Adalah pesan tersirat yang bisa dipastikan untuk arwah)

Behind the Scene of the Dream

Nara melakukan sholat ghaib dan doa untuk Nisya disela aktivitas dan masalah nya sendiri. Sepanjang siang Nara tidak henti dari satu aktivitas ke aktivitas lain, bersambung hingga malam bahkan dia tidur hingga larut sekedar merebahkan tulang lumbal dua-empat jam saja sudah cukup. Fikiran berat Nara penuh di otak kecilnya, padahal slot itu hanya mampu mengingat 6 masalah dan ini malah lebih sepertinya tahun terberat yang pernah dia alami sejak ia kembali ke tanah air kampung kelahirannya.

Tepat kejadian Nisya meninggal, kucing satu satunya Nara mati setelah tiga hari tidak pulang. Kucing yang menyambut dia  kembali dari penat aktivitas kerja dengan libasan ekor adalah terapi kehangatan yang menemani Nara setiap dia cuci piring atau aktivitas di dapur.

Memang kucing Nara tidak bisa disamakan dengan Nisya, tapi Nara menangis semalam suntuk karena kucing kesayangannya pergi tanpa pamit dan belum ada penggantinya, malahan Nara tidur hampir pingsan karena menahan sedih isak tangis itu, sampe tetangga mengetuk pintu berisik tidak sanggup membangunkan lelah tidur dukanya.

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un

Kucing Nara, Kosyka berusia 11 tahun. Kosyka lahir dengan belang tiga dan memiliki saudara kembar. Hanya Kosyka yang mampu bertahan hidup, ketika Nara tinggal sebatang kara di kamar yang tidak layak huni 3X3, pengap, lembab, tanpa alas dipan, hanya selembar tikar pandan dan kipas angin dinding, lampu kamar yang redup dihiasi kompor minyak di sudut ruangan. Kosyka menemani Nara menyambut pagi membuang sepi, setia menanti pulang dari aktivitas menjadi figur bidadari kota. Kosyka tidur di loteng, bagaimana bisa kosyka tidur di ruang pengap bersama Nara, tentu TIDAK!

Nara tidak pernah curhat dengan Kosyka, tapi Kosyka memiliki suara meong yang paling merdu mengisi ruangan pengap itu menjadi saksi hidup bahwa mandiri tidak terjadi dalam satu hari, seperti membangun kota Moskow!

Mimpi ketiga : 12 Juli 2018

Nara : Silahkan bicara, aku bantu semampu logikaku

Nisya : Permintaan Pertama, tolong sampaikan pesan terakhir pada suami dan anakku

Nara : Bagaimana bisa, aku menyapanya saja tidak pernah, apalagi menyampaikan pesan terakhir lewat mimpi. Aku bisa dibilang sakit jiwa dan direkomendasikan masuk Rumah Sakit Jiwa atau berakhir dipenjara karena tuntutan mengintervensi rumah tangga dan kehidupan pribadi orang. (Nara bingung dengan permintaan Nyonya Prof yang sangat dia kagumi ini, bahkan intrik Nyonya Prof ini sangat diluar prasangka biasa, Go Beyond, but beyond a shadow of a doubt!)

Nisya : Hehehehe, kau lucu sekali bahkan mimpi pun kau kritisi, alam bawah sadar mu begitu kuat hingga tidak lengah sedetikpun, zikr apa yang kau punya agar bisa demikian

Nara : weleh weleh, bisa tertawa pula rupanya ternyata kau memang Nisya yang dikenal ramah oleh banyak orang. Baiklah akan aku sampaikan pesanmu, waktu dan caranya serahkan padaku. (Demikian respon Nara luluh menerima dialog yang tidak masuk akal ini dan mengiyakan amanah dari Nisya)

Nisya : Permintaan kedua

Datanglah ke rumah ku, temui suami dan anakku, sapa anakku, peluk dia, belai, dan bacakan dongeng, dan doakan dia dekat dengan Allah, mengenal Rabb semesta, fasih mengaji, tau Hak Allah dan kewajibannya sebagai hamba, sentuh emosionalnya, jika dia terbuka padamu dia akan mudah tersenyum, bercerita, menurut, dan kadang keki

Nara : Oh My Goodness, MasyaAllah, TabaarokaLlah, Aku bisa datang jika ada undangan terbuka, dan sepertinya itu baru akan terjadi jika suamimu akan menikahi putrinya. Lha, memang aku siapa bukan seseorang yang mampu menarik perhatiannya. Baiklah, Sekiranya ada kesempatan, aku akan mencium anakmu dan mengenalkan diriku.

Nisya : Berperan seperti aku, anakku pasti merindukan sosok ibu. Pakailah warna kesukaanku, bermain intonasi suara, cari perhatian untuk tatap matanya, lihat kamar dan koleksi bukunya

Nara : Kemudian aku akan diusir langsung pergi karena mengendap masuk rumah orang bahkan ke area privasi. Masih gak ngerti kenapa mahkluk langit masih peduli dengan makhluk bumi.  Betul itu anakmu, darah dagingmu, tapi kan masih ada ayahnya yang sekarang sudah bukan suamimu karena kalian sudah beda alam. (Nara menggaruk kulit kepala yang tidak gatal, Posisi tubuh Nara berubah dari duduk tenang lalu beranjak mencari cermin)

Nisya : Permintaan ketiga Masuklah ke kehidupan suamiku, sapa dia, sampaikan pesan terakhir dan kekhawatiran yang menjadi sebab munculnya aku mampir ke mimpi mu. Setelah kau mendatangi rumahku, menyapa anakku, bahkan sukses masuk dalam kehidupan suamiku maka aku tenang meninggalkan mereka menjadi makhluk langit, aku ikhlas diceraikan karena perpisahan alam. Kau bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk anakku hingga istri dambaan nya pelipur kepergianku.

Nara : Meneladani Rasulullah Muhammad Saw, kisah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid maka perempuan mengajukan diri kepada lelaki itu hanya bisa melalui perantara. Perantara itu bisa melalui kerabat, karib, atau keluarga. Saat ini yang paling mungkin adalah melalui ibunya, tapi aku tidak mengenal ibunya dan tidak terhubung dengan beliau. Kemungkinan diabaikan atau diterima hingga mimpi ini menandakan alasan eksternal seorang wanita seperti aku menyodorkan diri. Sungguh bukan logika terbuka yang secara nalar bisa diterima, apalagi saya tidak pantas dibandingkan dengan Nyonya Prof.

(Segala upaya aku coba, hingga ide tulisan ini terurai menjadi sebuah catatan yang sangat menarik dalam untaian kata dan memberanikan diri untuk memasang di blog, sebagai jalan tengah menyampaikan pesan ini kepada Malih. Sekiranya langsung melalui email atau pesan pribadi maka daya tariknya tidak hanya hilang tapi runtuh dalam prasangka dan intervensi penilaian  budaya)

Alasan anak tidak bisa dijadikan dasar sebuah hubungan rumah tangga yang sehat, putrimu akan tumbuh besar kemudian akan memiliki kehidupan sendiri sedangkan nyonya prof mendampingi seumur hidup. Jikapun aku bisa masuk menyapa kehidupannya desire itu harus ada, hasrat ingin hidup bersama sebagai pasangan dari naluri lelaki. Lalu anak sebagai penguat namun bukan alasan utama. (Nara bersimpuh dibawah kaki Nisya karena permintaan yang berat, sementara Nisya duduk dibangku. Lutut Nisya menjadi sandaran airmata Nara seolah minta doa restu)

Nisya : Aku doakan semoga Allah membuka jalan hidupmu terbuka untuk masuk dalam kehidupan nya melalui jalan akademisi, penelitian, tulisan, cerita, nantinya kalian dekat dan bersatu. Doaku menyertaimu selalu (Nisya membelai mesra kepala Nara lalu bayangannya hilang)

Mimpi keempat : 30 Juli 2018

Nara duduk dengan rambutnya hitam panjang terurai, di sebuah ruangan sisi rumah megah yang sangat besar dia menemani Nisya yang terbaring di hambal sambil baca buku Ensiklopedia Psikologi Terapan

Nisya menyisir rambut Nara tanpa satu patah katapun keluar dari mulutnya. Menata rapih, menguncir, dan mengepang hingga ujung-ujungnya

Nara memanggil putri (anak Nisya dengan Malih) untuk mandi agar bergegas sekolah. Suara lembut Nara sudah akrab ditelinga putri, dia mengikuti arahan Nara dengan manja sambil minta ini itu….

Nisya rapih menata rambut Nara, dia bergegas mendekati putri. Menyiapkan air hangat, baju sekolah, dan bekal makanan dengan sangat terampil cekatan penuh cinta.

Nara berkata “mereka saling tidak melihat, namun secara mata bathin mereka berinteraksi setiap putri dalam keadaan sendiri. Mungkinkah putri mengalami schizophrenia sehingga dia berhalusinasi bahwa ibunya selalu bersama?

Malih: Nara, ayo kita sarapan. Nasi goreng buatanmu pasti lezat paling nikmat disantap selagi hangat

Nara mendekati Malih dan duduk disampingnya tanpa berucap sepatah katapun menemani Malih makan di meja makan sambil memotong kecil buah peach untuk putri

Itu mimpi terakhir Nara bertemu Nisya setelah Nara melaksanakan pesan singkat kepada ahli baitnya

Salam Terakhir Nisya

Dear Ayah Malih, I love you so much Ayah. You are the best man in my world and Putri.

Ayah, Love you so much terimakasih telah menjadi ayah yang baik untuk putri, ibu yaqin ayah pasti bisa melewati masa tersulit ini dengan tetap menjadi single parent. Ibu tahu ayah sangat setia dan belum melupakan ibu. Sudah banyak hal besar yang ayah rencanakan bersama ibu namun ibu tidak bertanggung jawab, malah pulang duluan ke kampung akhirat. Menyaksikan kalian merawat ibu dengan sangat baik, melepas ibu dengan ikhlas membuat keadaan ibu jadi sangat nyaman apalagi sebentar lagi orang kesayangan ibu berkumpul jadi ibu gak kesepian. (Beberapa bulan waktu dunia, kemudian ibu kandung Nisya menyusul ke alam baka)

Ayah, Love you so much ibu minta maaf karena ada yang ibu sembunyikan tentang riwayat kesehatan ibu. Kelainan syaraf sudah ibu ketahui sejak kecil. Itu kenapa ibu suka minum air hangat putih. Selain kurang Vitamin C dan sayur mayur, faktor pemicunya ibu minum kopi ketika menemani putri makan ice cream.

Ibu ceroboh, karena lupa padahal satu tahun terakhir ini adalah saat terindah selama kita bersama. Tidak pernah sedetikpun ibu melupakan kebaikan ayah. Sosok hebat yang menyayangi ibu, bertanggung jawab, penuh perhatian, saling asah asih asuh dan mencintai sekuat tenaga segenap hati fikiran hingga doa.

Ayah, Love you so much ibu datang ke mimpi seorang perempuan yang berhati lembut, penyayang, keibuan, bisa ngemong, cerdas cendikia, punya senyum manis, taat dan berwawasan global. Lebih kurang pasti sudah menyakiti dia karena ibu datang menyodorkan ayah menjadi pasangan hidupnya.  Ada skill dan karakter dia yang mirip dengan ibu, jadi ayah bisa melihat jelas sosok ibu ada padanya. Sekilas wajahnya mirip ibu tapi yang terpenting ibu tidak acuh, tidak cuek, bahkan malahan peduli, siapa yang akan menjadi pendamping ayah setelah ibu pulang.

Kemudian akan ada banyak kandidat yang datang dan menawarkan pasangan hidup untuk ayah, dan ibu gak mau ketinggalan dong. Namanya Nara kandidat dari ibu, mengingat ibu mengenal ayah dengan sangat baik.

Sikap jaim ayah sudah berkurang banyak, apalagi sepanjang usia dunia, ibu hidup belum pernah sekali saja ayah memasang photo profil FB bersama ibu, akhirnya setelah ibu pulang itu terjadi terimakasih ayah!

Malahan ayah beruntung bisa mendapatkan Nara, dia memiliki dua kaki kokoh kuat  untuk melayani rumah tangga dan menjadi pendamping ayah. Kedua tangannya tanggap tanggon trengginas, Sehat, bisa belajar cepat, adaptasi tinggi, perempuan subur, Grosa Kapita Numero Uno, masih jauh dari sempurna namun dukungannya kuat memegang peranan perempuan untuk lelaki sukses.  Ibu yaqin Nara bisa mewujudkan misi ibu yang belum terwujud perpustakaan modern.

Akhirnya ibu berterima kasih dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk ayah!.

Sesekali ibu akan mampir ke mimpinya atau alam bawah sadarnya untuk memberi inspirasi ayah dan putri jadi tidak ada fait-accompli. Ibu doakan ayah mempunyai anak banyak dari Nara. Restuku menyertaimu. Doaku selalu.

Love you so much more

Sayang ayah dan putri 😘✨🌹

Nisya

Behind the Scene of the Dream

Silaturahmi ke rumah Nisya lewat undangan terbuka Malih

Hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2018

Ini adalah waktu yang ditunggu Nara hampir tiga bulan lamanya.

Rekan kampusnya mengenalkan seorang doktor bidang kesehatan biomedical lulusan university of Malaysia yang saat ini menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah. Orang pekan baru berusia 45 tahun, duda cerai hidup dengan 3 anak.

Tanpa alasan yang signifikan kemudian pertemuan itu dibatalkan sepihak, padahal Nara sudah menyediakan makanan terbaik hasil karya dapur penuh cita rasa . Air mata tumpah ruah membanjiri wajahnya yang manis charming. Menelungkup wajah dibantal selama dua jam memang membuat sesak nafas dan lapar.

Nara mengingat mimpi dengan Nisya, dan hari itu Nara akan datang menemui Malih dan putri. Nara mampu menyeka air matanya sehingga dia bisa bersiap keluar bersilaturahmi. Mampir beli mie ayam kesukaan nya untuk membangkitkan mood baik. Naik busway koridor 11 transit   koridor 7 transit koridor 5.

Perjalanan nyaman tetap melarutkan aimata Sonata Nara di busway. Nangis dengan bersuara seperti melegakan kekecewaan batinnya karena tidak jadi bertemu dengan pak dokter yang melakukan proses ta’aruf komunikasi jarak jauh melalui HP dan pada saat yang telah disepakati dua jam sebelum pertemuan itu dia membatalkan artinya proses ta’aruf berhenti hingga disini dan tidak lanjut ke jenjang berikutnya.

Hari Sabtu yang Nara bayangkan akan bertemu dengan pak dokter yang sangat dia damba berujung bahagia malah kandas di tengah proses.  Di sisi Isak tangis, Nara menyapa Malih melalui WA   menyampaikan maksud untuk mampir ke rumah untuk menemui putri. Beberapa saat Malih menjawab dengan mempersilahkan Nara datang lengkap dengan Undangan Digital dan alamat lengkap.

Malih membuat acara tasyakuran rumah baru dan perpisahan karena Malih dan putri akan kembali ke negeri Paman Sam setelah empat bulan menghabiskan liburan di Indonesia. Nara lesu tidak bergairah untuk bertemu Putri namun ini langkah awal untuk melaksanakan pesan singkat Nisya yang selalu datang ke alam bawah sadar Nara. Sepanjang perjalanan Nara bingung bagaimana membuat skenario mengawali percakapan dengan keluarga Malih. Nara tidak yaqin akan menikmati silaturahim itu jadi Nara membuat plan B dan menghubungi kawan karibnya yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan Malih.

Selain tidak ada percakapan yang bermutu dan mungkin terkesan basa basi busuk, Nara mengalokasikan waktu satu jam di rumah Malih maksimum dan ke rumah Sekar lebih lama. Untuk mampir ke rumah Malih, Nara dibantu Opang (Ojek Pangkalan) untuk menelusuri gang demi gang.  Nara tiba pukul 16.30 disambut oleh ibu Malih dan adik perempuannya. Senyum ramah ibu kandung Malih sangat menenangkan batin Nara, dia langsung masuk dan mencari sajadah untuk sholat ashar.  Tidak ada yang Nara kenal kecuali Guru besar pondok pesantrennya yang belum dia kunjungi lagi sejak dia kembali ke tanah air 9 tahun silam.

You know what, Nara didn’t bring anything to there. Belajar melentik yundaku Nara yang cantik, baginya melanjutkan hidup adalah misi utama bersyukur atas setiap nafas yang terhembus, langkah mantap tetap terjaga dengan niat baik menggapai ridho Allah. Hidup hanya sekali, mati itu pasti!

17 Februari 2018 di Gramedia Matraman, hari Sabtu ada talk show dan launching buku de Gia karangan penulis handal teh Irma.  Disitu Nara menyaksikan Ang Guru menjadi narasumber berbagi kisah tentang arti hidup kemudian menyanyikan tiga lagu yang Nara sukai bahkan sempat photo bersama.  Ang Guru sosok yang sangat menginspirasi, sekarang jadi pimpinan pondok pesantren Darussalam, kampus ranah damai yang menyimpan hembusan asa siapapun yang pernah tinggal menjadi santri disana. Nara berucap syukur Alhamdulillah karena ada manfaat berkunjung ke rumah Malih bisa bincang dengan Ang Guru sebentar.

Disamping Ang Guru ada seorang gadis berparas ayu, cantik, gemulai, dan belia. Dia mengenalkan diri dengan nama Dilla orang yogya. Adik bungsu istri Aang dari ibu yang lain. Tiba-tiba pandangan mata Nara gelap dan sekejap pingsan!

Adik kandung Malih berucap : Nara temennya teh Nisya yaa…. Iya respon Nara singkat. Angkatan berapa teh? … Lupa spontan Nara berujar. Padahal Nara bukan adik kelas Nisya melainkan adik kelas Malih itupun jejaknya 6 tahun dibawah jadi memang tidak pernah bertemu di kampus.

Nara nimbrung dengan Ang Guru dan langsung duduk disamping Dilla yang telah memulai percakapan lebih awal sebelum Malih turun dari lantai dua. Ternyata Dilla adalah sosok yang mungkin dikenalkan Aang untuk mendampingi Malih, begitu fikir Nara

Nara mendengarkan seksama rencana Malih dan apa yang dituturkan kepada Ang Guru. Tidak ada percakapan yang signifikan dan menarik, tapi Nara senang karena telah melihat Malih. Sekejap Nara mengingat mimpinya dengan Nisya. Jreng selanjutnya aku harus menemui putri lalu pamit.  Di halaman teras ada Bu Ipah, istri Prof Azra. Nara langsung bertanya akrab dan menanyakan kabar, diakhiri menanyakan mana yang bernama Putri.

Bu Ipah menemani Nara menghampiri Putri yang asyik bermain, dia tumbuh sehat dan sangat menikmati permainan balon air dengan gelembung busa. Fokus pada permainan, Putri tidak menoleh sekilas pada Nara. Nara bergumam : Nisya lihat, apa yang harus aku lakukan sambil berisak kecil.

Nara menghampiri ibu kandung Malih dan memperkenalkan diri sambil menanyakan perihal Nisya dan Malih. Gak disangka ibu kandung Malih mengajak Nara keliling rumah hingga ke atas dan melihat kamar Malih dan putri. Nara tertarik dengan koleksi photo galery Malih dengan Nisya sepanjang menelusuri anak tangga. Nara berkata : saya mau menemui Putri, apakah boleh? Ibu kandung Malih : Silahkan, sedang ada di kamar

Nara bergegas ke kamar untuk melihat putri, and you know what putri sudah berganti aktivitas dia menggunakan buku gambar untuk menulis kombinasi angka. Mungkin Putri ingin bilang: Ayah tamunya banyak dari siang sampe sore gak berhenti. Ada berapa yaa…..

I am so lucky, this turn Putri mengerlingkan mata sejenak menatap Nara. Alhamdulillah, puji Nara akhirnya aku melihat sinar mata itu Nisya.  Nara mulai mengeluarkan isak dalam hati, basah meleleh dan mengunci kerongkongannya dalam bisu, ada sesak nafas dan sepi menerpa.

Nara kembali menemui ibu dan berniat untuk pamit. Sontak ibu Malih mencegah, stay lah lebih lama, ibu seneng Nara disini jadi ada teman ngobrol, tamu yang lain hanya minta photo dan menyapa sekedarnya.

Azan Maghrib berkumandang dan Nara langsung sholat disudut ruangan.

Nara menyapa Fathi dan menyatakan ingin pamit, sepertinya Fathi sangat ramah dan mengajak mampir ke rumah nya di Hamburg Jerman. Dan menahan pulang karena masih sore. Nara minta dikenalkan Putri lewat Fathi.

Fathi mengetuk pintu kamar Putri dan mengenalkan Nara, putri ini ada yang mau kenalan. Ya Rabb, tatapan welcome itu baru muncul. Putri menatap ramah dan memulai celoteh nya. Nara bisa bertahan 20 menit di kamar Putri sambil mengajak Putri sholat Maghrib, melihat lemari baju Putri, dan menyisir rambutnya sambil berkaca.

Putri : it’s so hard to be a princess

Nara : Why you say like that?

Putri : Because I’am black

Nara : But you still a beautiful princess to ayah Malih 😘

Putri : senyum manis dan hatinya merasa senang, okey

Nara : Then, putri may I sit down in your pink chair?

Putri : yes, please

Nara : Thanks Putri. So many book you have. Which one your favourite book?

Putri : Adventure of Manoa

Nara: Why

Putri: Because this book about adventure of princess Manoa and she like me!

Nara : Really?

Putri: yeah, dengan antusias matanya berbinar dan menunjukkan buku itu yangng diletakkan di sisi ranjang.

bersambung

Iklan


Tinggalkan komentar

Social Psychology

Social Psychology

Social psychology is about understanding individual behavior in a social context. According to psychologist Gordon Allport, social psychology is a discipline that uses scientific methods “to understand and explain how the thought, feeling and behavior of individuals are influenced by the actual, imagined or implied presence of other human beings” (1985). Baron, Byrne & Suls (1989) define social psychology as ….“the scientific field that seeks to understand the nature and causes of individual behavior in social situations”. (p. 6).

It therefore looks at human behavior as influenced by other people and the social context in which this occurs.

Social psychologists therefore deal with the factors that lead us to behave in a given way in the presence of others, and look at the conditions under which certain behavior/actions and feelings occur. Social psychology is to do with the way these feelings, thoughts, beliefs, intentions and goals are constructed and how such psychological factors, in turn, influence our interactions with others. While Plato referred to the idea of the “crowd mind” and concepts such as social loafing and social facilitation were introduced in the late-1800s, it wasn’t until after World War II that research on social psychology began in earnest. The horrors of the Holocaust led researchers to study the effects of social influence, conformity and obedience. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Дни счастья в IRADA.

logo IradaДни счастья в IRADA. Презентация коллекции FELICITA

Серию праздничных мероприятий в ознаменование 5-летнего юбилея первого российского бренда конфессиональной одежды IRADA открыла 21 мая презентация летней коллекции FELICITA! Впервые она прошла одновременно в двух городах – в Москве и Казани.

21 мая в Concept Store IRADA уровень эндорфинов превысил все допустимые нормы – в этот день бренд презентовал свою летнюю коллекцию FELICITA и щедро поделился СЧАСТЬЕМ со всеми желающими. Ваша порция счастья ждёт по адресу: Москва, ул. Никольская, д. 25, ТЦ “Наутилус”, 3 этах, ст. метро “Лубянка”!

INVITATION_IRADA_21&05Зарядиться солнечным позитивом и примерить счастливые новинки IRADA первыми пришли профессионалы из мира моды и партнеры и друзья бренда. Среди гостей была давняя поклонница бренда Динара Садретдинова (ведущая программы Мусульмане), актриса и телеведущая Нина Курпякова и директор благотворительного фонда Гоши Куценко ШАГ ВМЕСТЕ Мила Соловьева. С последними у бренда IRADA совсем скоро запланирован совместный благотворительный проект, наполненный красотой и добром. О нём мы расскажем чуть позже во всех подробностях.

Сладкую атмосферу счастливого вечера обеспечила Халяльная кондитерская студия Камиллы Багировой AL HALVA. Каждая гостья полакомилась пряничным солнышком или ромашкой, божьей коровкой или ярким вкусным ароматным цветочком.  Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Бренд IRADA представляет коллекцию FELICITA

FeliciaБренд IRADA представляет коллекцию FELICITA

Коллекция FELICITA сезона Весна-Лето 2015, представленная модным брендом IRADA, вдохновлена лучезарным настроением лета, предвкушением ярких впечатлений и эмоций, захватывающими путешествиями и приключениями, неугасимым оптимизмом, искрящейся радостью и удовольствием от каждого мгновения жизни. Счастьем!

Как воплощение СЧАСТЬЯ, коллекция от IRADA многогранна и многолика. В ней – летящие абаи-трансформеры в ультрамодных оттенках мятной прохлады и лимонной пастели, романтичные платья с разнообразным цветочным принтом, по-королевски изысканные приталенные платья с пышными клешеными юбками, в спортивном стиле платья-худи с капюшоном-трансформером, а также свободные двуцветные платья прямого силуэта и комфортные платья на каждый день… Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Бренд IRADA выступил партнером первого благотворительного вечера #ДАРИТЕРАДОСТЬ

irada2 июня российские актеры, телеведущие и артисты поддержали первый благотворительный вечер #ДАРИТЕРАДОСТЬ с Ниной Курпяковой, приуроченный ко Дню защиты детей и прошедший в канун школьных выпускных вечеров. Гости вечера собрались в кафе «Камергерка», чтобы подписать именные открытки с пожеланиями для каждого ребенка, находящегося в 44-м интернате, который курирует фонд Гоши Куценко «ШАГ ВМЕСТЕ».

Эти Открытки Радости с пожеланиями и частичкой своей души, знаменитости вкладывали в коробки с подарками для детей, предварительно выбрав, какой именно подарок поедет тому или иному выпускнику. Для девочек – нарядные платья от бренда IRADA и цветочные венки от дизайнера эксклюзивных головных уборов Lilia Fisheг, для мальчиков – гаджеты от компании «Анселеан» и приятные сюрпризы от StreetBall, а еще всем детям были отправлены сладости от кондитерской студии авторских десертов AL HALVA, а также наборы пирожных macarons от #КЭНДИАМ.

Основатель фонда, знаменитый актер Гоша Куценко, выражая благодарность за участие в проекте Амине Шабановой, главе компании IRADA, отметил: «Вы дарите детям не платья! Вы дарите СЧАСТЬЕ! Спасибо вам!»

Кроме того, гости подписали #ОткрыткиРадости для мам тяжелобольных ребят, проводящих все свое время в стенах больницы и нуждающихся в словах поддержки и восхищения. Эти #Открытки будут вложены в букеты и отправлены международной службой доставки цветов AMF мамам лично в руки. Ведь порой ласковые слова от таких близких и родных по фильмам людей могут не только подарить улыбку, но и дать новые силы бороться дальше. Baca lebih lanjut

Self Concept: who Am I ?
Social psychology is a science that studies the influences of our situations, paying special attention to how we view and affect one another. Also how people think, influence, and relate to one another.
According to Myers (2010), some of the big ideas in social psychology:
·         we construct our social reality
·         social intuitions are powerful and sometimes perilous
·         our behavior is shaped by our attitudes and social influences
·         dispositions shape our behavior
·         feelings and actions toward people can be negative and positive
·         biological behavior influences our social behavior Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

This is St Petersburg

So proud to share this fantastic video to introduce all of you, the city where i had lived for almost 4 years! This is St Petersburg, the Venice of the north, window of Europe for all Russian and the city where my heart belongs to! Please enjoy and pay a visit to my city
“Video by Expedia. Enjoy!”

https://www.facebook.com/stpetersburgguide/videos/vb.189462327745165/972679582756765/?type=2&theater