Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

Potret Umat

1 Komentar


potret umat

potret umat

Alhamdulillah, pada hari ini kita dikarunia kesempatan besar oleh Tuhan untuk dapat melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan dan merayakan idul fitri 1429H.

Potret umat Islam bangsa Indonesia hari ini sangat ditentukan dan diwarnai oleh masa lalu perjalanan sejarah bangsa itu sendiri. Karenanya kita mestinya mampu membaca proses perjalanan sejarah itu, sehingga kita mampu mengevaluasi diri, kemudian kita tulis sejarah masa depan dengan amal soleh yakni sikap dan tindakan yang selalu konsern kepada kebaikan dalam arti luas.


Mengapa hal ini menjadi suatu keharusan, sebab ummat Islam bangsa Indonesia sekarang ini banyak sekali yang bangga terhadap warisan-warisan masa lalu. Tapi disayangkan, kebanggaan itu tidak diikuti oleh etos membaca warisan-warisan tersebut.

Pengetahuan terhadap warisan-warisan tersebut terbatas pada nama-nama kalau itu seorang tokoh, hanya dibaca buku-buku atau ajaran-ajarannya tetapi tidak dibaca hal-hal yang berkenaan dengan sejarahnya.

Di dalam pembahasan sejarah dunia Islam di kurun abad 14 M, nama Indonesia belum, bahkan tidak disebut walaupun di abad itu Aceh sudah mengenal Islam. Menandakan, ditataran dunia Islam ketika abad itu memang sangat terbatas keberadaan Islam di Indonesia. Perjalanan sejarah menuju abad ke-14 itu diwarnai oleh banyak kejadian. Abad ke-8 Thariq bin Ziad berhasil menguasai Spanyol, dan Muhammad bin Al-Qasim berhasil melaklukkkan India (Khilafah Al-Walid ibn Abd Malik). Dapat dibayangkan, ketika Spanyol dan India jatuh ke tangan muslim, Indonesia terutama orang-orang Jawa sedang sibuk mempersiapkan berdirinya candi borobudur sebagai momentum Budha, satu abad kemudian orang-orang Hindu mendirikan candi Loro Jonggrang.

Sekitar empat abad kemudian (tahun 1111M) ketika Al-Ghazali wafat, di Indonesia sedang berdiri kerajaan Kediri dengan seorang raja bernama Jayabaya. Setelah dua ratus tahun Al-Ghazali wafat, 1297 M kerajaan Majapahit berdiri, dan baru habis pada tahun 1478 M. dapat dibayangkan ketika India sudah enam ratus tahun dalam kekuasaan muslim, Nusantara (Jawa) masih menghasilkan sebuah kerajaan Hindu yang jaya. Baru pada sekitar abad ke -15 Gresik, Sedayu (Jawa) masuk Islam yang kemudian menyebarkannya ke daerah timur.

Dari itu, dapat dipaham mengapa sosiolog muslim Ibnu Khaldun dalam karyanya yang masyhur, muqaddima Ibnu Khaldun, tidak berbicara tentang Indonesia. Jangankan Ibnu Khaldun, orang-orang Arab sebelum perang dunia II saja masih banyak yang tidak paham bahwa di Indonesia banyak orang Islam. Biasanya sejarawan (ahli sejarah) Indonesia menetapkan jatuhnya Majapahit (1478 M) merupakan titik awal kebangkitan kekuasaan kesultanan muslim di tanah jawa.

Belum lagi menata kekuatan ummat di bidang pendidikan maupun ekonomi secara “sempurna”, diawal abad ke -16 bangsa-bangsa Eropa mulai mengembangkan sayap kolonialnya ke wilayah-wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Portugis menduduki bumi Maluku dan Ambon (1511 M), disusul Spanyol pada 1521 M, selanjutnya bangsa Inggris memasuki Ternate, dan pada 1596 M Belanda menginjakkan kaki kolonialnya di tanah Jawa, yang kemudian dengan gerakan kolonialnya, Belanda mampu menguasai bangsa-bangsa Eropa lainnya dan secara paripurna menguasai kepualauan Indonesia menjadi Negara jajahannya.

Dan baru pada 1949 Belanda menyerahkan Negara Indonesia yang di proklamasikan kemerdekaannya pada 1945. Bermakna lebih dari 350 tahun Indonesia terjajah. Itu artinya selama itu pulalah ummat Islam bangsa Indonesia menjdai ummat yang selalu bertahan, melindungi keturunannya (generasinya) agar selamat dari segala usaha kepunahan, akibat penjajahan.

Pertahanan yang tidak seimbang dengan kemampuan yang dimiliki oleh kekuatan penjajah. Sesungguhnya kondisi ummat Islam bangsa Indonesia dalam masa penjajahan ini dapat dikatakan porak poranda dipandang dari sisi pendidikan maupun ekonomi. Yang tersisa hanyalah keimanan dan keyakinan bahwa aku dan generasiku harus tetap menjadi muslim seperti apapun keadaanya. Itulah buah bertahan yang tersisa dan dari situ pula start membangun diri kembali.

Biasanya masa penjajahan yang terlalu lama akan menyisakan efek negative di kemudian hari. Diperlukan usaha kuta untuk mengeliminir efek negative tersebut. Pada hakikatnya penjajahan adalah perbudakan, karenanya bangsa jajahan adalah bangsa yang diperbudak. Usaha memerdekakan diri dari penjajah adalah usaha terhormat di sisi Allah dan ummat manusia, karena kitanya kita syukuri kemerdekaan yang kita miliki in tentunya dengan usaha follow up dari kemerdekaan. Indonesia dan ummat Islam di dalamnya suatu yang tidak terpisahkan.

Dahulu orang Yahudi pernah menjadi jajahan/budak bangsa Mesir ratusan tahun lamanya. Karena itu, pada waktu itu sulit sekali mereka berdisiplin, dan dalam menetapkan hukum cenderung keras. Walhasil, penjajahan/ perbudakan yang terlalu lama dapat mengubah sikap mental yakni bermental budak, tidak suka mengikuti aturan, tidak disiplin, dan sulit bertoleransi.

Mungkin efek negatif semacam itu juga tersisa dalam kehidupan ummat Islam bangsa Indonesia yang juga pernah terjajah /diperbudak ratusan tahun lamanya oleh bangsa Belanda dan lain-lain. Ciri-ciri yang diungkapkan tadi masih sering kita lihat dan kita rasakan. Mungkin termasuk ketidakmampuan menetapkan awal puasa dan awal idul fitri dalam satu hari yang sama karena terlalu vested interest dan ingin menang sendiri, sehingga kalimatun sawa’/ common platform yang semestinya terwujud kenyataannya pecah.

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

One thought on “Potret Umat

  1. Salam kenal.🙄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s