Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

Tasammuh

2 Komentar


Tasammuh

Tasammuh

Idul fitri adalah sebuah tradisi yang disyariatkan. Bahkan Idul fitri menggabungkan berbagai tradisi yang disyari’atkan oleh nabi-nabi terdahulu, serta mengilhami apa yang dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya. Dari Nabi Musa yang mmepunyai ”10 Hukum Turat” atau Ten Command-ment, hanya satu saja hukum Musa yang tidak dipakai oleh Nabi Muhammad Rasulullah, yaitu meletakkan hari sabtu sebagai hari besar. Ummat Islam meletakk ,nman hari sabtu menjadi hari Jumuah, yang menyatukan antara Ahad dan Sabtu.

Dari tiga agama samawi, atau agama yang mendapat wahyu dari Tuhan yang sering pula disebut sebagai agama langit yaitu agama Yahudi, agama Nasrani, dan agama Islam terdapat kemiripan yang sama antara Yahudi dan Islam.
Kemiripannya sama yang dinamakan oleh mereka dan kita agama tauhid, monoteis. Untuk dekat kepada Tuhan dengan tingkah laku individu yang dinyatakan baik, itu agama tauhid”.
Sebagaimana agama Isam, agama Yahudi mengenal Lailaahaillalah (Tiada Tuhan selain Allah), tetapi tidak mengenal Muhammad Rasulullah. Jadi, tauhid keduanya memang sama.
Sedangkan agama Nasrani awalnya datang untuk menciptakan kasih. Sebab orang yahudi pada waktu itu hidup gontok-gontokan terus. Hukumnya kasar sampai-sampai tobatnya orang Yahudi adalah membunuh dirinya sendiri.
”Nah, datanglah Nabi Isa yang sesungguhnya masih satu rumpun. Maka diberikan kasih yang kemudian, dalam perjalanan pembangunan individu keagamaan tumbuhlah suatu sikap bahwa dalam Nasrani terbentuk sakramental. Sakramental artinya, orang baru menjadi Nasrani kalau mengakui keberadaan Yesus Krsitus sebagai penebus dosa. Dalam kehidupannya orang Nasarani selalu mendapatkan baptis. Ada air suci perlambang darahnya Nabi Isa. Tanpa melalui itu tidak menjadi Nasrani yang sohih. Itulah maka dinamakan sakramental”
Islam kemudian datang dan ada di tengah-tengah yang diistilahkan ummatan wasathan. Islam tidak terlalu membebaskan dan tidak terlalu mengekang. Terjadilah sebuah kehidupan ada hukum dan ada kebebasan. Tidak bebas terus dan tidak kaku terus.
Prinsipnya seperti itu. Namun dalam perjalanan, kita umat Islam kembali mundur. Banyak sekali yang kaku, apriopi. Kalau tidak dari agama kita, kita tidak mau dekat. Ini sudah salah visi dan misinya. Belakangan sering nampak kemelencengan-kemelencengan. Maka terjadilah Tuhan mencipta dalam tubuh manusia. Menetapkan ini sesat. Karena Tuhan menjelma sebagai manusia, maka terjadilah kemunduran dalam beragama.
Mengarahkan umat islam menjadi toleran tidaklah mudah apabila tidak mengetahui sebab-musabab mengapa harus hidup toleran. Bahkan, toleransi merupakan sasaran bidik orang –orang beragama yang tidak beragama yang tidak mengerti, atau ummat yang mengatakan toleran itu tidak betul.
Toleransi ditumbuhkan dalam sikap yang dinamakan smahah atau tasamuh atau samhah, dan merupakan misi kehidupan ummat manusia, atau misi agama itu sendiri. Itu sebab agama samhah adalah agama Ilahi. Karena itu, agama yang kaku adalah kontra samhah, yang membuat kehidpan menjadi kacau balau atau karut-marut.
Menegakkan jiwa toleransi bukanlah sesuatu yang mendadak jadi. Jiwa toleransi kalau dijadikan akidah prosesnya panjang. Sama persisi seperti proses larva menjadi kupu-kupu, untuk menjadi binatang yang bisa terbang, yang punya sayap, yang warnanya indah, yang disukai orang, dan yang tidak bisa ditangkap oleh siapa pun.
Makna toleran, mmepersilahkan apa saja dan siapa saja yang bertentangan maupun yang sama dengan kita. Kemudian kita tidak pernah lepas dari tujuan dasar hidup. Toleransi sebagai aqidah perlu karena pada dasarnya ummat manusia tidak beda. Beragama pun tidak beda.
Orang beragama ingin mendapatkan kesejahteraan, ketenangan batin. Komponen manusia terdiri tiga unsur yaitu jasmani, nafsani, dan rohani. Jasmani adalah segala fisik kita, nafsani adalah kejiwaan kita, dan rohani sesuatu yang ada sejak sedia kalanya.
Khusus soal rohan manusia, siapa saja orangnya, apa saja agamanya, sampai kepada orang yang tidak beragama sekalipun mengakui satu prinsip bahwa dia mempunyai roh. Atau, ada yang menciptakan dirinya.
Keyakinan soal adanya rohani manusia itulah yang membuat persaudaraan, persahabatan, dan kekitaan terbentuk menjadi prinsip yang lebih inti serta lebih asasi, daripada praktik-praktik apapun yang bisa menimbulkan persengketaan.
Karena itu, sekalipun timbul perbedaan dalam menghadapai ibadah ritual, silahkan pilih mana yang suka. Sebab persaudaraan wajib ditegakkan. Demikian pula kebersamaan dan persatuan wajib ditegakkan.

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

2 thoughts on “Tasammuh

  1. Tasamuh atau sikap toleran adalah sikap personal, hasil pendidikan keluarga dan lingkungan. Manusia itu makhluk kompleks. Di lingkungan manapun (entah kategori lingkungan itu agama, etnis, ras atau golongan) aka selalu ada type-type orang yang ‘sudah dari sononya’ punya sikap tasamuh.
    Di samping itu, sikap tasamuh adalah sesuatu yang relatif, tergantung dari kepentingan si penilai.
    Contohnya di Iran. Bagi orang luar (Amrik atau Israel) semua penguasa Iran adalah ekstrim. Namun dalam Pemilu (2 hari yang lalu) media Barat memunculkan tokoh Mousavi sebegai tokoh moderat atau pembaharu yang penuh toleran. Padahal itu karena mereka punya kepentingan yang terganjal oleh Ahmadinejad. Belum tentu kalau Mousavi menang, dia akan menuruti apa kemauan Amrik. Dan kalau itu yang terjadi, cap toleran/moderat akan segera ditukar dengan konservatif/ekstrim.
    Pangeran Diponegoro dalam literatur Belanda disebut ekstrimis, padahal beliau seorang yang tasamuh (di mata masyarakat).
    Jadi… sebenarnya tasamuh itu konsep atau juklak?

  2. Tasammuh, toleransi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s