Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

Jalan-jalan ke Darussalam

Tinggalkan komentar


kediaman KH. Irfan Hielmy

Perjalanan silaturahmi menuju kampus Darussalam memang membuat saya belajar banyak hal. Tidak saja soal seluk-beluk teknis jadwal keberangkatan kereta, bus, atau tarif rute tol dari mulai uang cash hingga kartu kredit yang mungkin bisa digunakan sampai memahami kalender sekolah, dan prioritas kunjungan juga berulang kali disengaja atau tidak berfikir tentang apa sebenarnya arti silaturahmi ke Darussalam buat saya dan kenapa memutuskan untuk mengunjunginya.

Jum’at, 25 Desember 2009

Sejak jam 7:30 pagi, saya sudah siap-siap pergi  kestasiun klender untuk cari info jadwal keberangkatan kereta.  Kali ini pilihanku rute kereta Cipuja tujuan Jakarta Semarang yang melewati jalur selatan dan henti di stasiun Ciamis, ternyata harus ke stasiun besar untuk memesan tiket apalagi bertepatan dengan hari libur akhir tahun pasti tempat duduk akan cepat terisi.

Walhasil, info dari masinis penjaga kereta cipuja dijadwalkan berangkat pukul 9.30 dari stasiun jatinegara jadi harus sudah siap jam 09.00 dijalur. Kali ini Saya memakai rok panjang hitam, baju kaos panjang hitam, jilbab putih corak kembang-kembang kesukaanku serta jaket coklat dan syal cantik pemberian ibuku.

Tepat jam 09:00, saya sudah siap diantar menuju stasiun jatinegara tanpa pesan tiket satu hari sebelumnya. Ketika loket masih terbuka hatiku lega, namun ternyata kereta targetku sudah lewat 30 menit sebelum jadwal jadi lebih awal dari biasanya.. rencana tekad bulat melakukan perjalanan dengan rute berbeda tetap harus kulakukan, akhirnya pilihanku pada kereta bisnis Parahiyangan yang akan tiba 30’ lagi menuju gambir. handphone nokiaku berbunyi, “Saya berangkat ke Ciamis, Sabtu jam 04.00 dari Cirebon”, begitu pesan sms dari senior fadil yang sengaja cuti 3 bulan karena ingin reuni sejak 2 tahun yang lalu namun harus bertahan karena  urusan visa, dll dari Tula Federasi Rusia.  Bahkan dalam testimoni, dengan gamblang dia berkata sangat terenyuh dengan jurnal reuni 2007 yang saya buat,….. “ini memang pernah jadi rumah saya, dan saya sangat merindukannya. Tunggu aku ya” Iya..acara reuni kami memang ada perbedaan dari tahun 2007-2008 karena saat ini khusus angkatan 1997 dari MAN/MAKY/MAKN. Saya bilang, “okay.. saya siap berangkat sekarang”, lalu aku melintasi peron, riang sekali rasanya. Belakangan memang, rutinitas reuni di Darussalam jadi hal yang indah buatku. Rasanya seperti mau ketemu sang kekasih hati dirumahnya, kekasih yang setia mendengarkan keluh kesahku, mendukung apapun niat baikku, mengerti benar siapa aku , dan tidak pernah judgmental dengan apa yang aku rasa, fikir dan lakukan. Oh Indahnya…….

Tepat jam 09:40, kereta Parahiyangan tiba dan saya memilih gerbong 2C yang pemandangan Indah Bandung akan sangat elok, padahal tiketku tertulis tanpa tempat duduk (hehe.. coba kita lihat apa yang terjadi)

Tiba di stasiun Bekasi semua aman terkendali, hingga ruangan agak penuh, dan pemilik tempat duduk datang menanyakan konfirmasi tempat duduk. Dengan  tenang, saya bersiap meninggalkan tempat duduk seraya memperlihatkan tiket tanpa tempat duduk kepada keluarga kecil itu karena memang sejak awal bukan untukku, namun tanpa diduga ternyata Bapak beranak satu itu menyilahkan saya untuk tetap duduk dijatah bangkunya.  Dengan senyum kulum, saya mengucap syukur alhamdulillah dan berterima kasih pada bapak itu.

Tiba di Bandung suasana asri sangat menghibur penatku, lelah rutinitas pekerjaan, target, rutinitas kemacetan kota sirna seketika dan yang tampak nyata hanya harapan yang semangat akan optimis meraih cita-cita.

Dan sudah 3 kali ini, ternyata…baru satu jalan-jalan ini yang betul-betul mengena di hatiku, yang lainnya ya..biasa-biasa saja. Dari stasiun Cicande Bandung saya menuju terminal Cicaheum sebelumnya mampir dului nyobain siomay bandung yang legit.

Alhamdulillah, sampai juga saya di Darussalam,  setelah Bapak Kiyai hampir 2 bulan tidak aktif kuliah subuh, karena sakit dan ini awalan rutinitas itu kembali dimana jama’ah wanita biasa melakukan solat subuh lalu bergegas ke gedung NU. Ku cari shaf paling depan, agak ditengah letaknya. Sengaja memang kupilih shaf itu supaya aku bisa melihat imam dari sela2 pagar pembatas kayu itu. Seperti biasa, sebelum ceramah dimulai, aku lihat dulu sekeliling ruangan. “Ehm, sudah setengah ruangan terisi”, begitu hampir selalu gumamanku. Sepertinya cuma aku yang cantik berumur indah ini. Sampai-sampai agak malu aku dibuatnya, karena kalo aku sedang  mengikuti ceramah subuh..aku merasa  setiap orang di mesjid melihat dan memperhatikanku yang imut ini. “Aduhai Tuhan, aku gak ada maksud apa-apa..ini, emang begini wajahku buatan Indonesia, bagus-bagus semua asli anugerah Mu”, begitu kataku dalam hati.

Biasa saja bukan hanya karena kadang memang bahasa sunda bapak pengasuh yang kurang jelas (aih..aku kadang2 ngerasa ‘lost’, ini ngomong Arab atau  sunda ya) tapi juga karena isinya yang pas buat ku. sebab  atau keterangan yang jelas, dengan logika, dan  atau  analogy.  Entah lah, I might be wrong, tapi pastinya..apapun isi ceramah itu, langsung atau tidak langsung memang membuat aku merenung…mikir…dan juga diingatkan akan makna hidup ini, lagi…lagi…dan lagi.

pastinya karena reuni itu milik angkatan 97 jadi tampak khusyu dan nyaman saja melewati setiap acara, dan ini yang spesial bisa ketemu dengan nama-nama indah yang hanya bisa diingat dalam taman hati ketika online di dunia maya namun setelah ini akan ada kelekatan emosi yang mendalam karena pernah bersatu di acara reuni angkatan dan support kepentingan jangka panjang. support saya penuh ya ka, untuk tetap dan terus upgrade diri, semangat belajar saya masih sangat tinggi dan yakin ada kesempatan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, “sok di doakeun ku ajengan, dimanapun engkau berpijak jadilah seorang diplomat dan tetap menegakkan keimanan agar siap menjawab “fasyhadu bianna muslimuun maka bersaksilah sebagai orang yang selalu berserah diri hanya kepada Allah”

reuni Darussalam ndahnya….

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s