Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

PATRA KUNINGAN

Tinggalkan komentar


PATRA KUNINGAN


Jakarta kotaku indah dan megah disana aku dilahirkan rumahku disalah satu gang namanya gang kapitan… petikan tembang kenangan yang berjudul gang kelinci dengan nama gang yang aku ubah. Mengingat jakarta sebagai kota megah, ingatanku  langsung menuju Patra Kuningan.

Yang paling aku ingat tentang patra kuningan adalah alamat rumah Bapak Habibie Intelektual terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia. Di Jl. Patra Kuningan No. 1-3 Jakarta. Kemudian menjadi nama halte pemberhentian bis, kopaja, dan halte busway dari halimun ke arah ragunan. Disitu ada mesjid yang namanya mirip tempat pondok pesantrenku “Jami Darussalam’. Ada gang khusus untuk masuk langsung menuju mesjid “Jami Darussalam’ bagi pengusaha muslim yang berkantor di Patra kuningan dan sekitar untuk berbondong-bondong mendengar khutbah shalat jum’at. Komplek perkantoran elit yang punya kans tersendiri bagi para pengusaha eksis dikawasan strategis ini. Pada gang berseberangan sekitar 1 KM ada jalan menuju kawasan internasional Mega Kuningan. Aku menapak kaki di kawasan mega kuningan pertama kali setelah staf dan team meeting dinner di hurt’z chicken buffet pasar festival pada tahun 2006.

Aku bagian juru tulis, all about secretary. Pekerjaanku duduk manis dikursi depan dekat narasumber (pimpinan rapat) menyimak setiap pembicaraan dengan baik untuk aku buat resume atau minute meeting dan setelah rapat aku bagikan hasil keputusan rapat langsung send email… sangat menyenangkan, dengan penampilan rapi good lookinglah, interaksi fleksibel dengan orang-orang pilihan, melakukan jobdesk rutin dan berkala untuk mampu melayani dengan baik. I ready to serve!!

Aku mengenal banyak pribadi yang menarik, aku beri catatan khusus sebagai prinsipil bigbos sebagai bentuk syukur pernah berinteraksi dengan mereka. Wawasan yang luas, menyukai penjelasan detail, sikap percaya yang tinggi, sangat peka, perhatian, ini yang ku suka mempunyai hati yang lembut, gesik, gerak cepat, tegas, lugas, pandai menyanjung, pensuasif, dengan penampilan Percaya Diri tinggi, gagah, tampan, santun dan taat beribadah.

Pergantian tahun di komplek Mega Kuningan sangat meriah dengan variasi lampu dan kembang api. Mereka percaya gedung yang paling bercahaya adalah gedung yang akan menuai keberhasilan ditahun itu. Mirip penerapan feng shui bagi pelaku bisnis. Jadilah taman komplek perkantoran disulap seperti kota 1001 malam dalam hitungan satu menit.  Kota terang dimalam hari…..  Indahnya takjub deh

Mengawali aktivitas aku biasa berangkat pagi untuk aman dari macet jakarta. Pukul tujuh aku sudah lewat jembatan penyembarangan, sambil lenggak lenggok lengangnya jakarta dipagi hari. Gedung pencakar langit dengan taman asri yang indah dengan air mancur, kolam atau susunan aneka batu pualam. Ada nuansa coklat, hitam, merah bata, kebanyakan menggunakan warna pekat untuk kesan elegan. Setiap momen indah aku ingin mengabadikan dengan kamera, search engine google udah canggih jadi semua bisa dicari kecuali aku mau tambah koleksi senyumku di saksi sejarah, bukan narsis juga untuk mengingat kesan emosi saat pengambilan gambar.

Aku pernah kenalan selintas sambil menungu busway dengan gadis berkerudung yang tinggal dikelurahan kuningan jakarta. Aku mengingatnya karena punya nama  depan  sama “nurul” emang namaku pasaran dari nama masjid, nama perpustakaan, nama toko hingga spesis burung.. lah itu nuri hehe… nama boleh pasaran tapi tetep hoki superstar,  amien. Nah nurul kawanku ini anak betawi asli, suku yang aku tau betawi itu betah di wilayah. Gambaran orang betawi adalah malas, lelakinya doyan kawin, ga mau kerja keras, tertutup tidak menerima perubahan, kuno, figuritas, prinsipil, taat agama dan PD.

Tolok ukur dengan rumus apa yach. Ada yang bilang dari air sumur yang manis, pahit, tawar, ada ada aja. Kawanku ini tidak bisa dong dijadikan ukuran karena kawanku asli betawi tidak banyak apalagi budaya manusia selalu berubah. Identifikasi yang tidak menguntungkan gambaran betawi. Sangat berbeda dengan budaya kerja orang Cikarang Bekasi. Koq disamain ma daerah itu. Soalnya aku bisa menulis hal yang aku ketahui dengan seksama. Nah ciri orang bekasi itu ulet, pekerja keras, loyalitas tinggi, disiplin, dan rajin. Aku dapat analisa ini dari bigbos juga!!

Sebelum kantorku di patra kuningan, pernah di Mampang Prapatan Duren Tiga, Komplek Perkantoran Tebet mas, Rawamangun dan Tangerang. Daerah Mampang identik dengan banjir dimusim penghujan. Rute normal Kampung Melayu-Mampang itu setengah jam kalo musim hujan bisa 3 jam halah… tua dikopaja. Yang kuingat tentang Mampang. Kafe menu lezat harga standart. Maklum penikmat kuliner karena peserta rapat ingin menu yang variasi bukan ayam bakar, capcay, atau pecel melulu hehehehehe tips langsung dari bigbos nih!!

Tangerang adalah kota istimewa dalam ceritaku. Mau tau kenapa? Begini padahal ketika itu kantorku di Rawamangun, sangat strategis dekat dengan rumah dan kampus –hemat dana transport dan waktu buat bermacet ria- aku dapat penelitian di Sekolah daerah Tangerang . jadilah aku menetap disana sekitar 3 bulan untuk urusan skripsi. Tempat yang asing tapi indah.. Perjalanan dengan rute biasa diluar dugaan, hari yang diagendakan macet total—dari aku tidur terus bangun dan tertidur lagi masih belum tiba juga weleh-weleh— bau asap rokok itu yang buatku tidak nyaman dengan kondisi macet .. saat aku lengah HP ku berdering tapi tak sadar ku abaikan nah karena suara dering itu alih perhatian copet lihay yang tau target sasaran. Dalam lelahku tiba, butuh alat kordinasi, baru sadar ternyata Hp yang kubeli dari gaji pertama raib.. hiks hiks welcome to the jungle tangerang area padahal aku preman jakarta hehe.., waspadaku dengan macet kukaji ulang termasuk dalam kondisi berjubel, panik, atu berdesakan di bus. Pengalaman itu menyadarkanku peka gerak gerik sekeliling dalam perjalanan

Tebet itu strategis, banyak komplek perkantoran berdekatan dengan Pasar Tebet. Setelah jam kantor pernah ke salon spa sekalian pijat di daerah tebet lumayan banyak jadi bisa pilih sesuai kocek kita. Biasanya pusing-pusing kepala langsung hilang deh senengnya bisa manjain diri….

Hmm.. dibalik kemegahan kota ada peradaban yang tinggi, besar harapan aku bisa singgah ke kota megah lain yang merupakan puncak kejayaan dari pemerintah suatu negara. Seperti kota modern pusat peradaban dunia: Denhaaq, Berlin, Moscow, Beijing, Philadelpia, London untuk belajar kearifan budaya yang tidak pernah terfikir sebelumnya olehku untuk mendapat kesempatan hidup dan tinggal menjadi warganya bahkan hidup  bersama orang-orang terdekat dihati. semoga!!!

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s