Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

ELFIK BROTHER

Tinggalkan komentar


ELFIK BROTHER

Endah Lala Fadli Ikbal Kemal

Elfik adalah akronim dari nama panggilan Kami 5 bersaudara yang kompak. Bentuk wajah  kembar, banyak pengalaman unik karenanya. Bagai kelapa dibelah dua ada kurang lebih. Aku sulung dengan 1 adik perempuan dan 3 adik laki-laki. Endah adalah panggilanku.

Lala  saudara perempuanku kita sangat mirip. Aku seperti melihat aku pada wajahnya. Hehehehe perbedaan usia kami 3 tahun jadi aku lebih banyak diuntungkan artinya wajahku lebih muda dari usia sebenarnya dan postur tubuhku lebih kecil darinya.. yach beda 3 cm. badanku panjang pada posisi duduk aku tampak tinggi. Ukuran alas kakiku sangat kecil, ukuran paling kecil dari stock toko no 36 sedang dia beda 2 nomor denganku. Berat badan ideal cenderung kurus, makan banyak bukan ukuran untuk kami bisa menimbun lemak hahahaha karena daya tampung ususku kecil dan aktivitas padat jadi 6 jam kemudian langsung dikeluarkan.

Kami berdua mengenakan kacamata. jenis lensaku silinder dan lensa kacanya minus, namun jika diperhatikan bentuk wajahku bulat dengan bibir penuh. Dia dengan bentuk wajah panjang bibir tipis. Ada bayangan hitam dibawah mata hal itu memberi kesan sinar sejuk.. bayangan itu tertutup dengan kacamata.

Kami sering pergi meluangkan waktu bersama. hang out cari buku baru pulangnya makan bakso sambil bawa asinan hawaii untuk disantap bersama dirumah. kami pemerhati sesama penumpang bus sambil ketawa ketiwi melihat kejadian yang tidak biasa. Seperti pengamen yang suaranya lumayan, anak kecil yang autis, melirik sinis perokok berat yang gak mau toleransi dengan udara milik hak bersama untuk dihirup bebas hingga menyimak percakapan orang yang paling tinggi suaranya.

Shortcut anak autis begini: seorang bocah cilik usia 5 tahun dengan rambut setengah kuncir kuda berpita merah muda duduk bersama ibunya sebelah depanku persis belakang supir metromini 50 jurusan kp. Melayu- perumnas klender. Perjalanan macet di mester-pasar proyek  jatinegara menuju statiun jatinegara. angkutan padat dan kerumun pedagang disisi jalan mengalihkan pandangan kami  melihat aktivitas pasar tradisional yang selalu ramai.

Nah situasi macet jadi gerah dong panas…….. dia merengek minta dibelikan tisu ketika tukang tisu lewat didepannya. Kemudian tukang tisu mendekat, ibu gadis cilik itu langsung membayar dengan uang pas karena tangan kirinya tetap sibuk memegang blackberry tanpa memutuskan obrolan –sosok ibu aktif buat acara arisan dari tingkat Rt, Rw, PKK, keluarga besar hingga kelurahan—setelah tukang tissu berlalu pembicaraan dengan suara orang diseberang blackberry berlanjut. Sepertinya gadis cilik itu memiliki tatap mata yang tajam dia  ingin tahu segala hal dan punya tempat meneliti di dunia khayalnya.

Dia mulai bermain tisu. Mengambil selembar tisu lalu dipisah per helai. Sehelai dilehernya yang berkeringat……. nah kenapa sehelai lagi disumbat ke lubang hidung dan telinga?? wkwkwkwk lebih aneh lagi sisa tissu lainnya dimakan sambil dia menatap luar jendela saking asyiknya dia tidak sadar bapak supir menyaksikan  polanya. Tiba saat ibunya berdiri karena tujuan mereka sudah dekat dan bersiap untuk turun tapi dia tetap asyik dengan tisu. Lalu bapak supir menyapa ibunya, “udah bu anaknya betah kali naik metromini mau ikut narik sampe pangkalan, ledeknya sambil ikut menyapa anak manis itu, iya kan neng?” dia kaget dan langsung memanggil ibunya bergegas “Bunda tungguin aku” setelah mereka turun bapak supir terbahak…. hehehe ada aja ya

Fadli.. yang paling sempurna bentuk hidungnya dikeluarga hehehe.. usianya 21 tahun. lulus SMA dengan nilai terbaik di sekolah. Karyawan furniture sebagai spm di jakarta. Kegemarannya music rock n roll. Perencana ulung logika mantab, pendiam, mengerti instruksi detail, tugas rumah bebersih motherboard, kipas angin, radio, atap genteng bocor, periksa kabel listrik yang bermasalah dia cukup bisa diandalkan, sering sariawan bibir bisa jontor mirip tokoh unyil yang jadi pak Ableh

Ikbal.. anak yang bikin cemas karena tergantung dengan inheler. Sekarang berusia 17 tahun. Kegemarannya bermain footsal, aku ingat di usia 11 tahun untuk satu bola plastik harga sepuluh ribu itu hanya bertahan satu minggu karena sering ditendang dengan sekuat tenaga. Dia tumbuh sehat bergairah muda, aktif di OSIS, Rohis, semangat belajar dan nilai prestasi sekolah lumayan bagus. Sangat keras kepala tapi bisa diatur. JIka aku lengah atau pulang malam dia yang perhatian dia tukang pijetku hehehe..  sering ganti baju dan menumpuk baju kotor –hiks hiks— tugas dia menjadi cleaning servis lantai dan kerapihan rumah secara rutin.

Kemal.. sang juara turnamen catur tingkat keluarga di kompetisi ramadhan. Winning eleven, dan kebanyakan game dia juaranya. Berani pegang binatang berlendir mulai kodok, ular, kambing, kerbau, sapi, bebek, nila hingga cacing..!! Aku tahu ketika dengan bangga mengerjakan tugas kelompok Biologi mencari kodok untuk diteliti hihi.. asyik dia menyentuhnya seperti benda menyenangkan.Usia kemal paling muda ketika ayah almarhum, ya 9 tahun sebagai siswa kelas 3 SDN 07 Pagi Klender.

29 september 2002 Setelah mengantar pemakaman ayah, kami tinggal di kampung halaman ayah bersama emak dan kemal, fadli, ikbal pindah sekolah. Padahal ayah sudah almarhum “kenapa berbalik pindah? Aneh kan…. Secara strategis aktivitasku tidak pindah, hanya aku. Iya, aku menetap di klender menempati kamar atas dirumah Abeh –guru mengaji ketika aku kecil, masih adik kandung kakek— Nah tujuan pindah rumah untuk mengenalkan anak-anak ayah kepada keluarga besarnya, sekaligus mengakrabkan emosi mereka.. secara ekonomis rumah yang kami jadikan tempat tinggal di kontrakan selama 4 tahun untuk tambahan pendapatan. Kehadiran kami sangat menghibur hati Emak, terutama kemal seperti ayah ujang kecil, tingkah polah, tutur dan geriknya sangat mirip. jika kemal sedang kultum dan dia lupa kalimat selanjutnya  eh apa yach??? Bukan eleh naon nya??.. padahal desa kami daerah berbahasa sunda. Ini terbukti dari para teman kecil ayah tentang kemal.

Di desa paling seru musim hujan.. bermain futsal sambil berhujan ria. Hujan mulai sore hingga malam setelah jamaah isya dari masjid pulang jadi tidak mengganggu aktivitas harian seperti berangkat ke sekolah, mengaji di masjid, petani ke sawah ladang, dan ibu menjemur pakaian. Jika hujan turun sepanjang hari maka jalan setapak tidak bisa dilewati karena sangat becek, harus berhati-hati mengenakan sepatu boat  biasanya anak kampung bersukaria jalan tanpa alas kaki. Pesan ibu “jangan melepas sepatu ketika jalan becek, tetap gunakan alas kaki cari jalan memutar supaya aman”

Jika mereka -fadli, ikbal, kemal- sedang main futsal, aku semangat menjadi pemandu sorak, menabuh kecrek rebana sambil yel-yel.. soalnya hobiku lompat tali tapi koq tidak tinggi-tinggi ya. Musim buah di desa juga seru  mereka antusias memanjat aneka pohon buah… hehe mirip tarzan. rujak jambu dan mangga sepuasnya setelah bermain futsal… beuh mantabb!!

Pada tanggal 5 februari 2007 hari senin pukul 21.00 WIB tanggul bedah, bantaran sungai citarum  di Pacing Lio tetangga desa. Malam itu juga penduduk desa berkumpul dipinggir tanggul. Letak desa pamahan terpelosok terpencil dan terpencar tidak strategis bagi pencari berita untuk tanggap membantu warga pamahan yang saat itu jadi korban banjir. Air menggenang diantara sungai citarum dengan desa pamahan rata, kiri kanan air. Warga seperti ditengah lautan tanah hanya ada tempat kami berpijak, tinggi air  sekitar dada orang dewasa.

Setiap menyaksikan banjir diberita tv ingatan kami kembali mengulas peristiwa itu. Ketika itu aku di hotel kaisar Jakarta sebagai peserta workshop. Di rumah klender kami tidak pernah mengalami kebanjiran. Kondisi Arus deras, pakaian basah, berjubel dengan pengungsi lain ditenda pengungsian darurat seadanya, tidur berdiri agar siaga kedatangan banjir susulan, dengan kondisi perut kosong, tidak ada penjual makanan atau warung yang buka apalagi posko. Ketika itu lokasi aman di sekitar masjid yang memang dekat dengan tanggul.

Naluri mencari aman, ibu mengajak anaknya menyebrang aliran banjir dengan perahu kecil menuju hilir – picu adrenalin lebih dahsyat ketimbang arung jeram di taman bermain DuFan Jakarta– Nah tiba disebrang desa Sukatani, ada keluarga yang mengenali ibu.  Murah hati mempersilahkan ibu untuk bermalam hingga banjir dinyatakan surut. Syukur Alhamdulillah mengetahui kabar ibu aman, fikiranku lebih terkendali.. 3 hari bantuan datang, air surut langit terang dan sungai kembali bersahabat.

Aku menyimak kisah ini dengan alur ceria karena semua telah dilewati dengan baik dan adiku bercerita dengan lelucon. Tidak ada trauma dalam bencana banjir tersebut yang teringat adalah peristiwa menyenangkan puas bermain air hujan sambil berarung jeram, ibu mengingat bantuan keluarga seberang dengan berkunjung safari syawal sebagai tanda kita kerabat.

Kemal masih tinggal di desa sebagai santri kelas 3 SMPIT Albinaa di Pebayuran Bekasi. Lokasinya setengah jam menuju desa pamahan Pebayuran. dia makin gemar berlatih fotsal hingga berhujanan… seru lucu dan indah menikmati kehidupan menjadi santri. Nilai kemal masuk prestasi 5 besar dan berencana melanjutkan SMA ditempat yang sama. Cita-citanya ingin jadi koki supaya jago menu masakan enak dan bisa makan kenyang.. imajinasi sukes menurutnya. Begitupun ikbal sedang konsentrasi menyiapkan diri untuk UN SMA IPS di MAN 3 Jakarta.

Untuk mereka aku berharap dapat tumbuh dewasa, jadi pribadi mandiri, teratur, tertib dan bisa diandalkan. Smart is not enough, maka optimalkanlah apa yang kamu miliki.  Terus Belajar untuk Hidup dengan mendirikan shalat dan bersabar, chance favour the prepared mind. kesempatan akan berpihak pada orang-orang yang siap. waktu yang tepat hanya ada ketika kita mengatur diri kita, mengatur pekerjaan dan kewajiban kita, hingga melengkapi diri kita dengan keterampilan yang dibutuhkan. Anda bisa mengatur perasaan anda untuk mengubah nasib anda.  Otomatis!! itu rumus membangun kekuatan fikiran alam bawah sadar kita, semoga ada manfaatnya dan bisa kita terapkan. Salam🙂

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s