Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

Femina Gathering

2 Komentar


Taman Mini, Jakarta Timur.  Pagi yang cerah dan senyum di bibir merah sejuta rasa di dada tak terlukiskan.. sambil senandung riang aku santai melangkahkan kaki untuk menyegarkan diri dari rutinitas yang dekat dengan penat dan serius menuju taman wisata terdekat di rumahku Taman Mini Indonesia Indah, menikmati wahana Snow Bay. Butuh waktu 30 menit untuk tiba kesana dengan angkutan umum metro mini 45  jurusan Pulo Gadung- Pondok Gede dan turun di Pintu II melalui Studio TPI. Dari pintu II menuju lokasi Snow Bay sekitar 15 menit jalan kaki santai. nah tiba di pintu masuk aku dilambai tangan oleh beberapa temanku yang datang lebih dulu, saat ini temanku yang erat kaitannya dengan dunia jurnalistik. ada fotograper amatir, reporter amatir, penulis, editor, wartawan, dan beberapa kru lapangan sie sibuk pencari berita yang sangat bangga dengan profesi jadi kuli tinta. sesuai dengan dugaanku termasuk juga pelanggan setia yang rajin membuat rubrik atau mengirim surat pembaca sebagai masukan untuk redaksi.

Loh kaitannya apa dengan aku… yang pastinya tidak ada heheehe..   karena aku bukan bagian dari profesi mereka yang ikut berkutat dengan kuli tinta dan berita tapi aku perempuan yang menjadi objek pembaca pangsa pasar majalah itu dan berkesempatan hadir karena diundang oleh salah satu kru mereka yang mungkin ada niatan mewawancarai aku sebagai perempuan menurut tema mereka, hehehe artis kaliber holiwood banget deh tapi dijamin tenar koq maksudnya tenar kaliber amatieur sekampung.

tepat pukul 9 aku dan tim mengantri ke pintu masuk berderet 3 untuk diperiksa dan memastikan tidak membawa bekal logistik ke area wisata, wah bisa pada betah deh di dalam soalnya selesai menjelajahi wahana terus perut keroncongan minta diisi dengan bekal tersedia dijamin hemat, jadi kasiah donk kafe di dalam. beberapa orang yang terlihat tampak membawa snack, soft drink disisishkan jadi satu dengan satu kupon supaya setelah dia keluar bisa menebus kembali bekal logistiknya dengan kupon itu.

aku lulus periksa, soalnya memang hanya bawa slempang mini hitam yang isinya baju salin dan krim SPF 30 dan kartu lengkap KTP, petualangan dimulai..

Tidak sesuai dengan fantasiku yang cetek, pertama kali masuk mataku meneropong dimana lokasi gunung salju dan bagaimana suhunya dengan gunung himalaya lantaran per usiaku saat ini aku belum menapak kaki ke bukit himalaya atau everestnya.. heheheh dijamin gak ketemu karena gunungnya itu hanya ornamen batu putih yang dibentuk mirip gunung salju sepanjang arena lengkap dengan cahaya matahari alami wah indah banget deh.. gunung salju dengan terik mentari cuma disini hehe

aktivitas masuk pertama, sewa loker untuk menitipkan barang stelan karena hanya gaun simpel yang dikenakan, aku kostum hitam celana panjang streech, kaos dan bergo (kerudung langsung kecil) untuk meminimalisir kulit terbakar  terus duduk di cafe pesan lemon tea, terus kapan menjelalajah bukit saljunya.. hehe itu buat kru yang mengurungkan diri untuk berkeliling karena semua arena harus berani air dan basah.

uji coba aku menuju pantai efek ombak, aku lupa apa namanya tapi ada gelombang yang diberi efek seperti ombak pantai pasang seperti pembuatan film tsunami mirip-mirip begitu.. lumayan buat aku yang gak bisa berenang hehehe.. lumayan untuk melemaskan otot kaki dan persendian otot gerak. menuju pantai sebelah ada gambar ikan lumba-lumba mulutnya jadi pintu, nah disitu ada 2 perosotan mini yang diberi efek air mancur.. byur byur byur..  cocok buat anak balita hingga tk.. dimuaranya ada tong besar yach drum kayu raksasa yang diletakkan dimenara setelah diisi air 3/4 penuh tumpah dan dibawah tumpahan airnya  para turis pasang badan jongkok untuk menikmati sensasinya

selanjutnya menuju arena riverside, wahana aliran sungai dengan arung jeram namun hanya menggunakan ban tanpa perahu boat. pada wahana ini aku sempat nyusruk bay karena ketidak seimbangan ban dengan tekanan air 3 meter dan aku tercelup 3 kali… hehehe eit tidak ada dramatisir kedatangan pangeran dengan ice kiss help terapinya satu putaran aku hanya berpegangan erat tanganku dengan sisi ban yach mirip mirip katak yang belajar berenang wakaka.. setelah dipantai aku membetulkan posisi wuenak supaya bisa berkeliling 3 kali tanpa henti kepantai dulu.. nah sensasi plong mulai nyaman meresap hingga mataku memotret indah langit biru cerah tanpa awan berarak hingga ucap syukurku saat itu aku masih dibumi Allah yang hamparan luasnya membentang.. –bersambung–

Jakarta, Juni 2010

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

2 thoughts on “Femina Gathering

  1. salam kenal mba fenny … makasih udh berkeluh kesah di sini yang ditujukan untuk pimpinan snow bay .. saya yakin akan ada yang membaca keluhan anda hingga bisa di benahi manajemen snow bay … tetap semangat ya mba fenny

  2. snow bay yg katanya investor dr perusahaan ternama di korea, ternyata banyak hutang, terutama hutang gaji karyawan seperti saya yg sudah 3bulan bekerja tapi belum di gaji, untuk transport pergi kerja & bayar anak sekolah saya sampai terpaksa hutang KTA, dan sekarang saya sudah harus bayar, mohon kesadaran pimpinan SNOWBAY TMII, krn anda egois meminta karyawan memahami kesulita perusahaan tetapi perusahaan tidak mau memahami kesulitan karyawan. Di tahun 2010 ini gaji kami selalu telat di bayar, dari telat 1minggu, 2minggu, 1bulan, 2bulan sekrang malah sampai 3bulan, semoga media online inii bisa menyadarkan pimpinan kami yg egois. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s