Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

TA’ ARUF

Tinggalkan komentar


Tak Kenal Maka TA’ ARUF

Dalam pergantian status kutemukan ada fase ta’aruf. ketika aku memulai hidup menjadi santri istilah ta’aruf adalah masa perkenalan diawal antara santri baru sebagai pendatang dan santri senior yang lebih dulu menetap di pondok.  nah istilah judul diatas adalah slogannya. tak kenal maka ta’aruf hehehe…

berikut ceritaku tentang ta’aruf

mahardika, sebutlah saja begitu.. tersenyum dari tadi sepertinya ia sedang bahagia.. saat  ditanya ada apa? rupanya ia baru saja berjumpa dengan seorang akhwat dan akhwat tersebut meberi senyum kepadanya. ia pun ge-er “susah nih susah”! celetuknya kemudian “jadi bujangan berat!! bisa gak kuat nih iman” lanjutnya bang Jae temannya yang diajak bicara hanya tersenyum, Jae memang sudah berpengalaman tentang hal seperti itu sebelum menikah dulu, “makanya cepat menikah dik, biar tidak terus terfitnah! tegas Bang Jae

Bujangan itu berat. apa yang terjadi pada Mahardika  adalah nyata, dan normal. berat karena erat kaitannya dengan fitnah perempuan lebih terasa lagi manakala kehidupan keseharian banyak bersentuhan dengan kaum hawa. seperti bekerja  bekerja dilingkungan kekuasaan perempuan. peraturan yang masih kurang diterapkan di negeri ini belum adanya pembagian lapisan kerja.. semoga suatu saat nanti penerapan sya’riat yang benar tentang pendidikan bisa terwujud hingga perempuan dan pria tidak berikhtilat.

sebagian orang mengangap membujang itu enjoy, namun orang yang seperti Mahardika yang notabene paham agama, tentu kesendirian menggerogoti iman. bila tidak pintar menjaga diri terutama pandangan, dalam hitungan detik/menit bisa terjerumus dalam lembah khayalan dan fantasi syaitan. sudah bukan rahasia lagi, kebanyakan wanita tidak punya rasa terutama malu. justru para ikhwan yang jengah sendiri ketika menjumpai mereka.. serba salah.. satu sisi berusaha menundukkan pandangan tapi harus bertemu dengan betis mereka yang terbuka, sementara melengos ke kiri/kanan bertemu perempuan telanjang lainnya  wach repot!! fitnah wanita memang benar-bear sangat besar

disinilah pria perlu segera menikah, tidak menundanya kalo memang sudah punya kafa’ah (kemampuan) dengan menikah akan meminimalkan godaan, sangat disayangkan bila iman yang kita bangun bertahun-tahun harus hilang atau terus berkurang karena dari hari ke hari melihat sesuatu yang diharamkan.

kenapa membujang.. bagi yang sedikit belajar syari;at akan paham pentingnya menyegerakan menikah. pernikahab adalah ikatan yang agung -miitsaqan Ghaliizha- yang menyatukan pria dengan perempuan dan perintah dari Rabb. namun ada sebagian orang yang memandang pernikahan dianggap tidak lebih dari kesepakatan bukan hukum yang ditetapkan Rab

menikah sebagai pengekang, ajang pengumbar nafsu dan kekerasan, dan lain-lain

menikah : kewajiban dari Allah dan fitrahnya manusia 24:32, jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia Nya Ar-Rum 21..

bagi mereka yang menganggap menikah bukan hukum pertanyaannya, kemana mereka menyalurkan hasratnya?

namun ada yang terpaksa harus membujang karena memang ada niat untuk menikah tapi masih belum kesampean untuk menikah.  hanya alasan seperti mengurus orang tua yang sakit-sakitan, mengurus sekolah adik-adik, atau karena tidak ada akhwat ditempat dia tinggal, dsb. alasan seperti itu bisa dimaklumi walaupun ia harus tetap berusaha untuk menyegerakannya.

menjaga pandangan dengan berat beban yang harus ditanggung, sudah sewajarnya para bujangan untuk ekstra hati-hati dalam menjaga dirinya. hendaknya terus membentengi diri dengan ilmu agama, menghindari banyak pergaulan dengan para wanita lebih lebih wanita yang berpakaian tapi hakekatnya telanjang.

Berusahalah terus untuk terus menjaga pandangan, karena darinya semua berawal. pandangan adalah pintu masuk pertama bagi syetan untuk menggelitik nafsu  .24:30

selama ada keperluan yang penting dan terjaga dari fitnah, silahkan berhubungan karena agama adalah aturan yang selayaknya diikuti tuntunannya.

hal demikian itu perlu dilakukan untuk perempuan, karena pada dasarnya pria bagi perempuan juga fitnah, sudah menjadi fitrahnya apa yang dirasakan laki-laki dirasakan juga oleh kaum hawa.

perempuan berkewajiban menegasakan suaranya, dilarang untuk memerdukan suara ketika berbicara dengan laki-laki yang bukan mahramnya. al-ahzab 32

berteman dengan orang shalih selain menjaga diri dari pergaulan dan  pandangan hendaknya sering berkumpul dengan orang shalih akan membuat hati lebih tenang, juga lebih mengontrol diri dari perbuatan yang dilarang. ketika kita butuh nasehat, mereka bisa segera menasehati kita, tentunya ini akan lebih menjaga iman dan takwa kita.

untuk orang yang seperti diatas, BERTAHANLAH…. semoga Allah mempermudah jalan engkau untuk segera menikah.. wallahu a’lam

Kau tak akan pernah tahu kapan kau akan memerlukan orang lain, atau kapan seseorang memerlukanmu. Kebijakan dari seluruh hidupmu melukis sebuah citra dimatamu, yang membantu orang lain melihat, menemukan pertolongan yang ia butuhkan, dan bahwa masih ada keutamaan lain di dunia ini dari pada sekedar peduli dengan dirimu sendiri, yaitu kepedulianmu pada orang lain, sahabatmu atau benar-benar orang lain. Maka bila ada sahabat atau seseorang memerlukan perhatian atau bantuanmu, atau meminta maaf atas satu kesalahan, itu karena ia menghormati dan menghargai kebaikan yang pasti ada dalam jiwamu. Kau dapat menghormati juga permintaan itu, atau kau meninggalkannya di tengah jalan sendirian.

yassarallah lanal khaira haitsuma kunna… ya muyassir kula ‘asir yassir ‘alaina kulla ‘asir fa taisirul ‘asir ‘alaika yasir..amin..

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s