Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

Mulih Ka Desa

3 Komentar


Mulih Ka Desa bersama NCL.Com Team

Ku pulang ke kotamu. ada setangkup haru dalam rindu. outing garut yang indah. mujarab buat lepas penat dan refresh minded.

Rahasia jodoh, rejeki dan kematian adalah mutlak milik Allah Swt, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak lama. Mendorongku untuk terus berikhtiar dan selalu berkhusnudzon kepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku. wuih … unbelievable! but it happened! Subhanallah…

Pada tanggal 11-17 Juli masih ingat jarum suntik yang menusuk pergelangan nadi lengan kananku lengkap dengan infus oksigen dan terapi uap setiap 3 jam jam dalam ruang AC steril yang nyaman namun tidak mungkin membuatku kangen atau lebih lama lagi tinggal di ruang 302 di RS dekat rumah  di Pahlawan Revolusi No. 49. Dokter cantik yang ramah menyapaku adalah specialis Paru, dengan lembut memintaku untuk dilakukan perawatan namun saya masih keukeuh untuk bisa melalukan rutinitas dan dengan enteng bilang rawat jalan aja ya sambil merayu doketr cantik itu karena jujur aku masih takut dengan jarum suntik infusan, hehehe…. nah 3 hari masa percobaan ternyata tidak membuatku pulih, maka jadilah perawatan intensif hufff… enaknya makan susu dengan bubur, hanya bedrest tanpa beban namun sesak dengan bau obat apotik.

Ada kemudahan fasilitas kantor jadi cukup gesek saja, tak ada uang keluar sepeser pun. Saya hanya berurusan dengan penjamin yang bertanggung jawab dengan asuransi hospital income dengan tanda tangan semua beres. Alhamdulillah.. setelah di lihat total struk pengeluaran Rp. 6  juta untuk biaya inap segala selama 3 hari, padahal itu hanya perawatan kelas 3. muahal  yach anti biotik saja ada yang senilai Rp. 500 ribu, otak kiri saya mulai berhitung… namun ada apa gerangan hingga seorang wirda yang maestro dalam banyak hal namun takut jarum suntik harus mengikhlaskan diri melakukan perawatan?  Disini saya ingat bahwa saya sedang di manja    Untuk hal-hal yang tidak engkau kuasai, dan hal-hal yang tidak bisa engkau mengubahnya, jangan engkau gila karenanya. Sesungguhnya Allah hanya melihat dan menilai usaha dan proses yang engkau lakukan. Allah tidak melihat hasil dari semua kerjamu hal-hal yang tak bisa engkau mengubahnya, yang menyusahkanmu untuk menyudahi masa lajangmu adalah urusan Allah. Engkau tidak akan dihisab dan dimintai pertanggungjawaban karenanya. Jangan kau bersedih karena hal itu. Allah mengujimu sebagai tanda kasih-Nya.

Sekilas hiburku  dalam benak berdo’a  namun terus berharap saya dapat lulus uji dengan prestasi prima dan kondisi fisik kembali pulih untuk aktivitas. Ada proses yang sangat cepat terjadi sehingga saya tidak sadar hal itu mendekat menghampiri secepat kilat hingga ku terjaga telah melewati itu semua. Proses ta’aruf yang indah namun masih berujung hampa dan tidak ada kesepakatan iya pada hasil syuro akbar keluarga.   cinta adalah indahnya perasaan, akan bertukar menjadi tanggung jawab jika di bina dalam rumah tangga. Wahai raga saya siap untuk belajar menyesuaikan mental dan fikir saya untuk terjaga pada masa indah itu agar kapanpun terjadi saya dengan mudah dan mantap mengikhlaskan hati menjawab iya dengan riang gembira dan optimis ada banyak kemudahan dan indahnya harapan.

Nah seling waktu berganti sepekan saya pulih perawatan, saya ikut serta acara outing ke Garut. Acara pernghargaan yang diberikan kepada para karyawan yang mampu mencapai target perusahaan dengan gemilang. Sebuah perjalanan tanpa persiapan diri, tanpa agenda, tanpa planning karena sangat mendadak  ketika saya memutuskan untuk menikmati perjalanannya.

Berangkat pada pukul 08.00 pagi dan tiba ke sebuah resort Tirta Gangga dengan fasilitas air panas alami dengan kolam renang dan spa untuk terapi sesak yang sangat mewah– menurutku.. hehe maklum kediamanku bukan hotel bintang lima namun sangat harmonis.

Wisata kuliner buffet ditemani konser music jazz  hmm yummy..

Dalam perjalanan pulang kembali ku berdoa, menatap langit biru yang cerah dan sangat biru sambil menatap diri di cermin ukuran penuh sosok saya dengan  ujung bahu kecil, dagu panjang, tangan lembut, berkeringat jemari lentik yang sudah tak sabar untuk menunggumu…

“kuyakin dalam hatiku kau satu yang ku peluk, kurasa hanya dirimu yang membuatku rindu. bila saat nanti kau milikku, ku yakin cintamu takkan terbagi tak kan berpaling, karena ku tahu engkau begitu. hingga ku pasti menunggu selama apapun itu demi cinta yang kurasakan yang hanyalah kepadamu. “

Restorant “Mulih ka Desa” di Samara Kamojang Garut

Garut, 24 Juli 2004

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

3 thoughts on “Mulih Ka Desa

  1. Currently it looks like BlogEngine is the best blogging platform available right now.

    (from what I’ve read) Is that what you’re using on your blog?

  2. mulih ka desa menenun benang sutra rindu untuk menjaga keharmonisan silaturahmi semoga manfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s