Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

Beranda Perempuan

1 Komentar


Riang ramadhan di Beranda Perempuan

Jakarta, Ramadhan 1431 H-  Saya menyadari bahwa bulan ramadhan kini telah menjadi salah satu alat bertahan survival essentials, untuk seseorang individu. Tidak hanya perempuan, tetapi para lelaki (mereka yang masih lajang dan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan sendirian) berupaya mempertahankan kewarasannya di tengah riuh rendahnya hidup  hanya dengan bermodalkan keberkahan di dalamnya. Dengan kata lain, ramadhan menjadi sebuah eskapisme dari kerutinan sehari-hari yang mendera, yang kelak menciptakan sebuah renungan tentang hidup. 

Bukan tidak ada alasannya kenapa saya ingin mengurai makna perempuan dalam renungan.  Perempuan dilihat hanya sebatas definisi fisiknya saja: memiliki tubuh dengan buah dada, pinggang yang kecil, kaki yang ramping dan rambut panjang. Sementara perempuan sebenarnya jauh lebih plural daripada definisi yang sederhana itu. Ada banyak sekali dimensi kehidupan, karakter dan cara pikir perempuan yang digambarkan sebagai pemanis, penghias, dan tidak memiliki urgensi kepentingan peran apapun Mereka muncul  sebagai sosok yang perlu diselamatkan atau ditolong sehingga kita sebagai kaum perempuan di zaman modern ini jadi terlalu repot dan terlalu sibuk mendefinisikan diri kita sebagai perempuan melalui segi penampilan fisik. apakah kulit saya cukup normal untuk kulit ‘perempuan’? rambut saya cukup ‘perempuan’? apakah bentuk kaki atau lengan saya cukup ‘perempuan’? apakah buah dada saya cukup ukurannya sehingga cukup ‘sah’ untuk menjadikan saya ‘perempuan’?). Tanpa kita sadari kita terlalu banyak menghabiskan energi, waktu, dan uang demi merawat bahkan memodifikasi bentuk tubuh yang kita miliki. Kita lupa dengan multi dimensi lain yang dimiliki oleh perempuan.

Tidak terjebak dalam definisi dangkal dalam memaknai diri kita masing-masing sebagai kaum perempuan. Kita dapat lebih menghormati ke’perempuan’an kita yang lebih utuh yang lebih lengkap dengan multi dimensi kehidupan kita dengan berbagai peran dan tantangannya. Kita dapat lebih berani menciptakan definisi diri kita sendiri yang lebih independen, tidak lagi bergantung pada peradaban patriarki untuk memberikan definisi mereka yang terbatas untuk menandai kita perempuan lebih mandiri untuk menciptakan pendapat dari dalam.

Para perempuan, daripada engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu, atau hanya sekedar berpura-pura mencintaimu, mengapa engkau tidak belajar  mencintai pria yang sangat mencintaimu dan memperlakukanmu dengan begitu berharga? Mungkin awalnya engkau tidak begitu menyukainya. Namun jika mengingat bahwa ia begitu mencintaimu, mengapa perempuan tidak mencoba untuk BELAJAR mencintainya dan memberinya kesempatan.  Percayalah bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau perempuan yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada  tulalit atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, perempuan bisa BELAJAR mencintai. Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak pernah berhenti menakhlukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian dan kasih sayang yang diberikan, aku mendengar banyak kesaksian akhirnya perempuan menyerah.

Berdasarkan apa yang saya lihat, perempuan yang bijak adalah perempuan yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dengan pria yang pura-pura jatuh cintanya kepadanya

Perempuan, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi  dan saya tidak tahu harus menyebutnya apa lagi; Kalian ditentukan untuk  diperlakukan bak ratu setiap hari. Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran cinta datang kepadamu,  menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu. Namun, ketika pangeran cinta itu datang, “berpikirlah” siapa tahu ini orang yang akan  memperlakukanmu bak ratu. Tidak peduli bentuk fisikmu, tidak peduli  tingkat pendidikanmu bahkan tidak peduli masa lalumu. Ia akan datang dengan kata-kata ini, “Aku mencintaimu walaupun aku memang cinta padamu.

Sedalam kita menimbang rasa, sejauh itu kita  menenggang rasa. Secerdas kita menangkap kesamaan makna, sebijak itu kita menerima perbedaan rupa dan warna. Setulus kita memberi, selapang kita menerima. Mengalir bagai air, berhembus bagai bayu itulah hidup.   Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis. Namun setiap elemen adalah subsistem keteraturan dari sebuah design holistic yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun yang terjadi secara kebetulan. Ini fakta pencipta yang tak terbantahkan.

Perahu telah berlayar. Ketika angin bertiup kencang, matikan mesin. Inilah tawakkal, begitu seorang guru pernah menasehati “murid”-nya.

Ya Rabbi mudah-mudahan kita semua bapak ibu, kaka adik, guru murid, anak cucu, saudara seiman dan seagama dianugerahi keberkahan dalam mengarungi hidup ini. Amien qabulkan ya Allah

Penulis: nurulwirda

Light of the Mind, Star of felicity, Matchless Pearl, Rose of colored Glass, Diamond Envy, Increaser of Joy. с удовольствием, Нюра

One thought on “Beranda Perempuan

  1. kemudahan yang mengiringi kesulitan hanya berlaku bagi tujuan dengan niat yang utuh. Dan niat yang utuh adalah berupaya mencapai tujuan dengan usaha maksimal. Dan usaha yang maksimal adalah mengkompromikan akal dan hati hingga keduanya tak sanggup lagi berdaya-upaya kecuali hanya berserah kepada sang pencipta daya itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s